Survei Litbang Kompas: 74,4% Responden Setuju Ada Kurikulum Darurat COVID-19

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 11:18 WIB
Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah tahun ajaran 2020/2021. Di DKI Jakarta proses KBM masih dilakukan secara online.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tahun ajaran 2020/2021 dibuka dengan pola kegiatan belajar-mengajar yang berbeda akibat pandemi COVID-19. Di tengah kondisi seperti ini, mayoritas masyarakat menginginkan adanya kurikulum darurat untuk pendidikan.

Hal ini tertuang dalam survei yang dirilis Litbang Kompas pada Selasa (14/7/2020). Sebanyak 74,4 persen responden menilai pemerintah perlu membuat kurikulum darurat pada masa pandemi COVID-19.

Sebanyak 72,1 persen responden mengharapkan adanya kurikulum yang membuat jam pelajaran lebih fleksibel. Kemudian, 43,9 persen responden ingin materi pelajaran dikurangi. Selain itu, 72,6 persen responden ingin ada standar dan penilaian kompetensi kelulusan dalam kurikulum darurat.

Selanjutnya, ada 87,4 persen responden yang menginginkan guru menyesuaikan kemampuan murid dalam mengakses sistem pembelajaran jarak jauh. Ada juga 90,7 persen responden yang meminta agar kurikulum menitikberatkan pada pengajaran karakter dan budi pekerti.

Pengumpulan pendapat untuk survei ini dilakukan secara daring pada 6-8 Juli 2020. Ada sebanyak 563 responden berusia minimal 17 tahun yang dipilih secara acak di Banda Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin or error +-4,2 persen.

Berikut hasil survei Litbang Kompas:

Setuju atau tidak setujukah pemerintah membuat kurikulum darurat di masa pandemi ini?
Setuju: 74,4%
Tidak setuju: 20,8%
Tidak tahu: 4,6%
Tidak Jawab: 0,2%

Kurikulum darurat yang diharapkan mengurangi jam belajar dan jam belajar lebih fleksibel?
Setuju: 72,1%
Tidak setuju: 25,5%
Tidak tahu: 1,9%
Tidak Jawab: 0,5%

Kurikulum darurat yang diharapkan mengurangi materi pelajaran?
Setuju: 43,9%
Tidak setuju: 53,7%
Tidak tahu: 2,4%

Kurikulum darurat yang diharapkan memiliki standar dan penilaian kompetensi kelulusan?
Setuju: 72,6%
Tidak setuju: 23,6%
Tidak tahu: 3,3%
Tidak Jawab: 0,5%

Kurikulum darurat yang diharapkan guru menyesuaikan kemampuan murid dalam mengakses sistem pembelajaran jarak jauh (akses teknologi)?
Setuju: 87,4%
Tidak setuju: 11,2%
Tidak tahu: 0,7%
Tidak Jawab: 0,7%

Kurikulum darurat yang diharapkan menitikberatkan pada pengajaran karakter dan budi pekerti?
Setuju: 90,7%
Tidak setuju: 8,6%
Tidak tahu: 0,7%

(imk/imk)