Jokowi Soroti Positivity Rate Corona DKI 10,5%, PDIP: Pengawasan Lapangan Lemah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 08:56 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Foto: Dok. istimewa
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian pada positivity rate dari tes PCR Corona di DKI Jakarta yang naik menjadi 10,5 persen. PDIP DKI Jakarta menilai Gubernur Anies Baswedan lemah dalam pengawasan di lapangan.

"(Gubernur Anies) Lemah dalam pengawasan di lapangan," ucap Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat dihubungi, Selasa (13/7/2020).

Gembong menyebut kebijakan Anies di pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi sudah baik. Namun, ada masalah di pelaksanaan lapangan.

"Kita lihat secara objektif kebijakan Pemprov dalam menekan penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta sebenarnya sudah baik, namun penerapan kebijakan di lapangan tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat," ucap Gembong.

"Maka diperlukan pengawasan yang ketat di lapangan, dan dilakukan secara konsisten," ucap Gembong.

Bagi Gembong, Anies harus bisa menggerakkan petugas di lapangan. Sehingga, ada pengawasan lebih ketat.

"Gubernur harus mampu menggerakkan semua potensi ASN yang ada, dan bisa juga menggandeng aparat keamanan," kata Gembong.

Diketahui, Presiden Jokowi memberi perhantianvpada Positivity Rate 10,5% di kasus Corona di Jakarta. Jokowi meminta agar temuan itu betul-betul diperhatikan.

"Kondisi seperti di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positivity rate-nya melonjak dari 4 sampai 5 sekarang sudah 10,5 persen. Tolong betul-betul dijadikan perhatian," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas penanganan COVID-19 yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7).

(aik/idn)