Banjir Bandang Terjang Sulsel, Polisi: Suli Masih Setinggi Lutut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 05:33 WIB
Banjir terjang Luwu Utara Sulsel (Foto: Istimewa)
Foto: Banjir terjang Luwu Utara Sulsel (Foto: Istimewa)
Luwu -

Polda Sulawesi Selatan menyebut banjir akibat luapan sungai Masamba masih menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Pihak kepolisian menyebut pagi ini ketinggian air kira-kira mencapai 45 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

"Sampai pagi ini masih ada genangan setinggi lutut, di Suli," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

Ibrahim mengatakan banjir bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu ini terjadi lantaran curah hujan yang tinggi berlangsung lama. Selain itu, air pasang laut juga turut menyebabkan debit air sungai Masambar meluap dan menggenangi perumahan warga.

"Banjir bandang terjadi karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung lama sehingga mengakibatkan debit air sungai menjadi naik kemudian meluap hingga ke pemukiman warga dan menggenangi akses jalan," ucapnya.

Ibrahim menyebut hingga kini pihaknya masih berupaya mengevakuasi masyarakat yang terdampak bencana banjir tersebut. Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada terkait kemungkinan adanya banjir susulan jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

"Tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir susulan apabila intensitas curah hujan terus meningkat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Banjir menerjang Luwu Utara, Sulawesi Selatan dini hari kemarin. Banjir terjadi lantaran Sungai Masamba yang meluap akibat curah hujan yang tinggi.

Banjir menerjang Luwu Utara dini hari tadi, Senin (13/7/2020). Selain merendam rumah, banjir juga menghanyutkan 1 rumah warga.

BPBD pun telah melakukan evakuasi. Evakuasi mandiri juga dilakukan oleh sebagian warga yang terdampak.

Banjir yang menerjang Luwu Utara itu juga terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video, juga terlihat warga yang terpaksa berpegang pada sebuah pohon lantaran terjebak banjir.

BPBD pun kemudian mengevakuasi warga tersebut menggunakan alat berat. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. 19 KK terpaksa dievakuasi ke posko pengungsian.
------

(maa/maa)