Airlangga Minta GP Ansor Ingatkan Bahaya COVID-19 Pakai Local Wisdom

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 23:25 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memandang kampanye bahaya COVID-19 lewat medium kearifan lokal (local wisdom) bisa berjalan efektif. Ia pun meminta Gerakan Pemuda (GP) Ansor menerapkan metode tersebut untuk mengedukasi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam agenda webinar bersama Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut beserta Ketua PW (Pengurus Wilayah) GP Ansor se-Indonesia. Dengan pendekatan yang khas, GP Ansor lebih mudah untuk mengampanyekan bahaya COVID-19 kepada anggotanya yang berjumlah sekitar tujuh juta di Indonesia.

"Dulu pemerintah Hindia Belanda sewaktu terdapat pandemi spanish flu (flu spanyol) juga meminta kepada tokoh masyarakat untuk mengampanyekan bahaya flu tersebut lewat wayang. Jadi lewat tokoh pewayangan Petruk-Gareng. Itu lebih efektif," kata Airlangga dalam keterangannya, Senin (13/7/2020).

Airlangga menyakni penyampaian lewat kearifan lokal lebih mudah diterima masyarakat. Hal itu akan membantu menyadarkan masyarakat yang seakan tidak peduli dengan bahaya COVID-19 yang sudah melanda di 215 negara di dunia.

"Masyarakat harus tahu, bahwa ancaman COVID-19 itu real dan sudah ada fakta di lapangan. Jadi sahabat Ansor bisa membantu mengkampanyekan hal ini. Tentunya dalam kondisi itu masyarakat harus diberitahu bahwa hukum tertinggi adalah hukum kesehatan dan kemanusiaan," tutur Airlangga.

Dalam agenda webinar tersebut, Airlangga juga menjawab pertanyaan dari sahabat Ansor seputar program Kartu Prakerja, serta mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menuturkan, pemerintah telah memiliki program untuk memberikan kemudahan bagi UMKM mendapatkan KUR. Selain itu, pemerintah merancang skema pemberian modal kerja dengan sistem hibah. Program tersebut saat ini masih digodok oleh pemerintah.

"Tentunya dalam mengajukan KUR ini bidang usahanya ada dan sudah jelas, apalagi jika usahanya padat karya," ujar Airlangga.

(prf/ega)