Tito: Tanah Pulau Malamber Dikuasai 5 KK, Kepemilikannya di Pemda

Eva Safitri - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:15 WIB
Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan status Pulau Malamber, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat belum bersertifikat. Namun, pulau tersebut dikuasai oleh 5 kepala keluarga (KK) yang disebut memiliki hak bezit.

"Jadi kita mengenal bahwa untuk lahan atau tanah itu dikenal adanya hak eigendom (memiliki), dan hak bezit (hak menguasai). Tanah ini dikuasai oleh 5 KK, artinya 5 KK ini sudah bertahun-tahun di sana, dia memiliki hak bezit, hak untuk menguasai sehingga dianggap sebagai beziter yang cukup lama menguasai tempat itu," kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Senin (13/7/2020).

Sedangkan kepemilikan tanah atau hak eigendom yakni pemerintah daerah setempat. Hal ini jelas Tito berlaku karena kelima KK yang menempati ini tidak memiliki hak milik atau sertifikat.

"Kemudian karena belum ada sertifikat, dokumen, kepemilikan, maka dianggap kepemilikannya adalah milik pemerintah daerah, atau Kabupaten Mamuju," ujarnya.

Tito pun menjelaskan, tidak ada masalah jika ada pihak yang berminat membeli pulau tersebut. Asalkan pembelinya merupakan warga negara Indonesia.

"Kemudian ada pihak yang berusaha untuk menguasai tanah tersebut atau memiliki tanah atau pulau tersebut, di dalam aturan tidak ada masalah transaksi penguasaan, pembelian, atau kepemilikan tanah selagi itu pembelinya adalah orang Indonesia bukan WNA," ujar Tito.

Tito mengatakan pihak yang ingin membeli Pulau Malamber masih pada proses negosiasi. Dia menegaskan pihak yang membeli harus juga berkomunikasi dengan pemilik pulau yakni pemda setempat.

"Oleh karena itu, belum terjadi transaksi dengan pemerintah daerah setempat yang dilakukan oleh peminat ini yang memiliki riwayat keluarga di sana, kemudian besar di sana, ini baru mendekat yang menguasai atau hak besit," ujarnya.

(eva/gbr)