Penjelasan Lengkap Polisi soal Kematian WN Prancis Tersangka Pencabulan di Sel

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:08 WIB
Polda Metro Jaya mengumumkan kabar mengejutkan terkait WN Prancis FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak. FAC meninggal dunia, diduga gantung diri.
Foto: Polda Metro Jaya merilis kematian WN Prancis tersangka pencabulan (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pria WN Prancis, FAC (65), tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur meninggal dunia setelah dirawat selam 3 hari di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. FAC meninggal dunia setelah upaya percobaan bunuh diri di dalam sel tahanan.

Kadid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, FAC ditemukan dalam kondisi leher terikat kabel di dalam sel tahanan pada Kamis 9 Juli 2020 malam lalu. FAC ditemukan oleh petugas jaga yang melakukan patroli di sel tahanan.

"(Petugas) ada menemukan satu sel yang berisi memang tersangka FAC ini umurnya 65 tahun, dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel ya. Ada kabel yang terikat tapi tidak tergantung," kata Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Yusri mengatakan, FAC tidak dalam kondisi tergantung. Akan tetapi diduga, ia menjerat lehernya dengan tali dan tubuhnya digunakan sebagai beban.

"Berupaya untuk membebankan dengan badan yang berat ini di tembok, berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka FAC dengan menggunakan kabel yang memang kabel itu ada di dalam sel tahanan," katanya.

Kabel itu terdapat pada tembok sel yang posisinya cukup tinggi. Kabel tersebut diraih oleh FAC setelah menaiki tembok kamar mandi.

"Cukup tinggi memang, tapi dengan tingginya yang bersangkutan bisa meraih dengan menaiki tembok kamar mandi yang ada. Kalau orang biasa tidak akan nyampe, tapi karena dia tinggi jadi dia bisa ambil dan kemudian dililitkan di lehernya," katanya.

"Jadi tidak tergantung, (tetapi) berupaya dengan beban badannya ada percobaan bunuh diri, tapi sempat diketahui oleh petugas saat itu juga dan kemudian dilarikan ke RS Polri dan diberi tindakan medis," jelasnya.

FAC sempat dirawat selama 3 hari di RS Polri. Namun pada Minggu (12/7) pukul 20.00 WIB dia dinyatakan meninggal dunia.

Yusri melanjutkan, pihaknya telah memeriksa petugas jaga. Polisi juga telah melakukan rekonstruksi untuk mencari tahu kejadian sebenarnya.

"Setelah rekonstruksi, memang betul kabel itu sangat tinggi dan tidak mungkin dijangkau. Kabel itu ada di ujung dalam sel tahanan khususnya. Kemudian dia naik ke atas dengan ketinggiannya dia meloncat dan kemudian menarik kabel itu dan kemudian dililitkan. Itu yang kita temukan dalam hasil rekonstruksi," paparnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab menjelaskan bahwa FAC sempat dilarikan ke Gedung Biddokes Polda Metro Jaya sebelum akhrnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati.

"Korban dalam hal ini tersangka FAC dikirim dari ruang tahanan Rutan Polda ke Biddokkes dalam kondisi lemas dan tensi masih teraba masih 90 dan dengan kondisi itu dilarikan ke Kramat Jati dan sampai di UGD dan dilakukan tindakan sesuai prosedur yang ada," katanya.

Namun kondisi FAC kian melemah. Ia meninggal dunia pada Minggu (12/7) malam. Saat ini jenazah ada di RS Polri. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kedubes Prancis terkait pemulangan jenazah FAC.

(mei/mei)