Anies Wanti-wanti PSBB Ketat Lagi, PDIP DKI: Nggak Yakin Dia Mampu!

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 12:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek kesiapan mal jelang dibuka saat masa PSBB Transisi 15 Juni.
Anies Baswedan (Foto: Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

PDIP angkat bicara terkait wanti-wanti Gubernur DKI Anies Baswedan yang akan menarik rem untuk kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat karena lonjakan kasus corona di Jakarta. PDIP menilai tidak mudah kembali memberlakukan kembali PSBB ketat.

"Sekarang kan terbukti apa yang dia (Anies) katakan terkendali itu saya udah bantah, hati-hati jangan terlalu sesumbar. Nah, sekarang ini yang terjadi. Sekarang kalo sudah terjadi mau ngapain? Masa mau ditarik rem lagi, emangnya masyarakat mau? Nggak gampang lho," kata Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, ketika dihubungi, Senin (13/7/2020).

"Nah ini yang musti dikhawatirkan, untuk menarik rem ini saya nggak yakin dia mampu, jujur. Dengan tipikalnya dia memimpin begitu, saya nggak yakin dia akan mampu melakukan menarik rem ini," lanjutnya.

Untuk memberlakukan kembali PSBB secara ketat, jelas Gilbert harus memiliki dana yang cukup. Sementara, menurutnya APBD yang ada saat ini tidak mencukupi.

"Lalu kemudian dia mau bilang mau tarik rem, gimana mau tarik rem, memangnya duitnya ada? Sekarang aja dia minta duit ke Pemerintah Pusat. Statement-nya dia berturut-turut mengatakan terkendali terkendali, sekarang kan terbukti tidak terkendali, itu yang harus kekupas juga mana bukti terkendali," ujarnya.

Gilbert menyarankan pemerintah agar menarik uang dari kegiatan yang belum bermanfaat saat ini. Begitu juga anggaran subsidi ke ormas.

"Ya tentu mereka kan membutuhkan dana. Tariklah itu dana-dana di luar, kemudian dana misalnya di Formula E yang nggak jelas itu, itu kan nggak ada gunanya kenapa mesti dikasih lagi. Kemudian dana-dana yang gak perlu misalnya untuk TGUPP itu apa itu, kan nggak ada juga kerjanya. Kemudian subsidi ke ormas yang Rp 2,8 triliun itu nggak jelas juga, itu tarik aja itu," katanya.

Untuk diketahui, tiga kali dalam seminggu DKI Jakarta penambahan kasus positif corona di DKI Jakarta memecahkan rekor. Anies Baswedan mengingatkan soal kembali ke status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ketat.

"Jadi saya ingin mengingatkan kepada semua warga Jakarta harus ekstrahati-hati. Jangan anggap enteng. Jangan merasa kita sudah bebas dari COVID-19. Karena nanti kalau kondisi ini berlangsung terus, bukan tidak mungkin kita akan kembali ke situasi sebelum ini (PSBB). Karena itulah saya ingin menyampaikan kepada semuanya, ada titik-titik yang harus diwaspadai," ucap Anies Baswedan dalam video '12 Jul 2020 Gub Anies Baswedan Update Perkembangan Penanganan Covid-19' di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, seperti dilihat detikcom, Minggu (12/7/2020).

Anies meminta agar penambahan kasus tinggi tidak dianggap enteng. Apalagi terjadi lonjakan jumlah kasus yang menciptakan rekor penambahan kasus.

"Saya ingatkan kepada semua, jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Bila itu terjadi, kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus," ucap Anies.

(eva/eva)