RDP di DPR, Dirjen Imigrasi Jelaskan Alur Keluar-Masuk RI dan Pencekalan

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 12:54 WIB
Rapat Komisi III DPR dengan Dewas KPK dan pimpinan KPK (Mochamad Zhacky/detikcom)
Foto: Ilustrasi RDP di Komisi III DPR RI (Mochamad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI. Jhoni menjelaskan dalam rapat mengenai alur orang masuk ke Indonesia.

RDP digelar di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Rapat dipimpin Ketua Komisi III Herman Herry.

"Komisi III DPR RI meminta persetujuan mengenai acara rapat dengar pendapat pada hari ini, yaitu, satu mendengarkan penjelasan Dirjen Imigrasi atas pertanyaan tertulis dari Komisi III DPR RI, kedua tanya jawab, ketiga kesimpulan dan penutup," kata Herman dalam sambutannya saat membuka RDP.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasan Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting. Jhoni menuturkan setiap orang yang masuk ke wilayah Indonesia wajib melalui tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

"Pertama, alur orang masuk ke wilayah Indonesia. Yang pertama, setiap orang yang akan masuk wilayah Indonesia wajib melalui TPI, tempat pemeriksaan imigrasi, dan dilakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian oleh pejabat ataupun petugas imigrasi di TPI. Hal ini sebagaimana diamanatkan Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," papar Jhoni.

Tahap selanjutnya, Jhoni memaparkan petugas imigrasi di TPI melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian secara fisik. Kemudian, lanjut Jhoni, data dalam dokumen keimigrasian yang diperiksa akan dipindai dengan sistem untuk mengetahui apakah ada permintaan pencegahan atau pencekalan.

"Dan kemudian melakukan scan di border control management atau kita sebut BCM, (BCM) akan membaca data dokumen keimigrasian dan memverifikasi terkait ada a sampai e, pengecekan pencegahan dan pencekalan, itu yang pertama," terangnya.

"Yang kedua pengecekan visa, yang ketiga pengecekan pelintasan terakhir, yang keempat pengecekan penyamaan data paspor lain dan pengecekan sistem interpol," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2