Lika-liku Tommy Soeharto yang Digulingkan Muchdi Pr

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 12:05 WIB
Tommy Soeharto bangun pasar modern di Karawang
Tommy Soeharto (Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Kembali ke politik

Dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar di Riau pada 2009, Tommy sempat diisukan masuk dalam bursa calon ketua umum (caketum). Namun saat itu Tommy kekurangan dukungan sehingga tidak jadi caketum.

Pada 2012, Tommy mendirikan Partai Nasional Republik (Nasrep). Partai ini tidak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi peserta Pemilu 2014.

Pada 2015, Tommy muncul lagi di perbincangan soal Golkar. Saat itu, Golkar sedang kisruh dilanda perpecahan. Tommy mengusulkan penyelenggaraan munas luar biasa (munaslub) untuk membahas islah. Pembahasan tentang Munaslub ini muncul saat pertemuan antara Tommy Soeharto dan Aburizal Bakrie, yang juga dihadiri oleh Ade Komarudin, Fuad Hasan Mansyur, Titiek Soeharto, dan Akbar Tandjung.

Tommy Soeharto di acara pembukaan Munaslub Golkar di BaliTommy Soeharto di acara pembukaan Munaslub Golkar di Bali (Elza Astari/detikcom)

Pada 2016, Tommy sempat diisukan bakal maju sebagai caketum, namun ternyata tidak menjadi kenyataan. Dia malah mendukung Ade Komaruddin sebagai caketum Golkar, tapi akhirnya yang terpilih sebagai Ketum adalah Setya Novanto.

Lepas dari Golkar, Tommy mendirikan Partai Berkarya. Partai ini didirikan pada 15 Juli 2016 dan menatap Pemilu 2019. Sejumlah jenderal purnawirawan ikut merapat, yakni eks Menko Polhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno dan eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Muchdi Purwoprandjono hingga eks Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen (Purn) Syamsu Djalal. Tommy menjadi Ketua Dewan Pembina, Muchdi menempati Ketua Dewan Kehormatan. 11 Maret, Tommy menjadi Ketua Umum Partai Berkarya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3