Round-Up

Peringatan Keras untuk Warga Jakarta Setelah Corona Melonjak Deras

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 07:13 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)

Anies meminta penambahan kasus tinggi tidak dianggap enteng. Apalagi, terjadi lonjakan jumlah kasus yang menciptakan rekor penambahan kasus.

"Saya ingatkan kepada semua, jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Bila itu terjadi, kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus," ucap Anies.

Selain kenaikan jumlah kasus, terjadi juga kenaikan rasio jumlah kasus yang terkonfirmasi positif atau positivity rate kasus Corona. Rasionya semakin naik sejak perpanjangan PSBB masa Transisi pada 4 Juni 2020.

"Sebagai catatan, tanggal 4-10 Juni di Jakarta kita melakukan 21.197 orang dites dan positivity rate-nya 4,4 persen. Lalu tanggal 11-17 Juni, 27.091 orang dites tingkat positivity rate-nya 3,1. Lalu 18-24 Juni ada 29.873 orang yang dites, positivity rate-nya 3,7 persen," ucapnya.

"Kemudian 25 Juni-1 Juli ada 31.085 orang yang dites PCR, kemudian positivity rate-nya 3,9 persen. Lalu 2-8 Juli ada 34.007 orang, positivity rate-nya 4,8 persen. Tapi hari ini angka positivity rate itu menjadi 10,5 persen, melonjak dua kali lipat," ujar Anies.

Anies menyebut ini adalah bentuk peringatan bagi warga Jakarta, sehingga jangan menganggap enteng dan menghiraukan protokol pencegahan COVID dengan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Lonjakan ini merupakan peringatan bagi kita semua dan dalam perjalanan selama masa PSBB transisi ini sejak 4 Juni sampai 12 Juli ini. Kita menemukan 6.748 kasus baru memang karena kita aktif melakukan tracing, tapi selama ini tambah kasusnya, tapi positivity rate-nya di bawah 5 persen (kini 10,5)," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3