Prabowo Jajal Rantis Maung, Janji Utamakan Alutsista Dalam Negeri

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 20:49 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Foto: Prabowo Subianto (detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal kendaraan taktis (rantis) yang diberi nama Maung. Prabowo mengaku bakal mengutamakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produk dalam negeri.

Momen menjajal rantis Maung itu diunggah Prabowo Subianto di akun media sosialnya seperti Twitter dan Instagram. Prabowo menjalan rantis 4x4 itu bersama PT PINDAD.

"Pada sore hari ini saya dan tim dari PT. PINDAD mencoba kendaraan Rantis 4X4 yang kami beri nama Maung," kata Prabowo, Minggu (12/7/2020).

Prabowo juga mengunggah momen menjajal rantis Maung di Instagram story. Dia memberikan keterangan lokasi yakni di Sentul International Circuit.

Prabowo menegaskan kementeriannya mendukung penuh produk-produk dalam negeri. Prabowo ingin produk dalam negeri bisa mandiri.

"Kementerian Pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alutsista dalam negeri, serta mendukung program penelitian dan pengembangan, agar nantinya seluruh hasil produksi dalam negeri dapat mandiri secara utuh," kata Prabowo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta belanja luar negeri direm sembari menyinggung Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto. Jokowi meminta jajarannya bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7).

Sementara itu, Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan prioritas belanja Kementerian Pertahanan ialah produk dalam negeri.

"Sesuai dengan perintah Presiden, Kemhan memang prioritas belanja dalam negeri, dan memang mayoritas belanja Kemhan dibelanjakan di dalam negeri," kata Dahnil saat dimintai tanggapan, Kamis (9/7).

(gbr/knv)