Usai Munaslub Presidium, Berkarya Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 09:29 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Maruf Amin saat memimpin rapat kabinet terbatas tentang hilirisasi industri produk-produk unggulan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Presiden Joko Widodo menyatakan industri nasional telah mampu membuat produk-produk dengan teknologi unggulan dan meminta dapat terus dikembangkan dengan pendanaan riset yang memadai dari BUMN serta swasta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Foto: Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presidium Penyelamat Partai Berkarya tetap menggelar munaslub partai dan memutuskan Muchdi Pr menjadi ketua umum partai terpilih. Hasil munaslub itu juga mendukung pemerintahan Presiden Joko Widoo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin.

"Partai Berkarya mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan dalam pilpres hasil Pemilu 2019 yang sah," kata Sekjen Partai Berkarya terpilih, Badaruddin Andi Picunang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2020).

Picunang juga mengatakan hasil munaslub meminta negara menjadikan Presiden ke-2 Soeharto sebagai pahlawan nasional. Soeharto dinilai berjasa dalam pembangunan nasional.

"Partai Berkarya meminta kepada negara agar Presiden RI kedua Bapak Pembangunan H. Muhammad Soeharto diberi gelar pahlawan nasional yang telah berjasa dengan wacana trilogi pembangunannya dengan jaminan keamanan, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di segala bidang," ujarnya.

Hasil munaslub itu juga membatalkan kebijakan pengurus partai yang dikeluarkan sebelumnya. Picunang juga mengatakan alasan menggelar munaslub telah dibahas jauh hari serta bahwa terjadi kevakuman dan komunikasi yang tersumbat sejak Rapimnas III Partai Berkarya tahun 2018 hingga tak ada evaluasi hasil Pemilu 2019.

"Menganulir beberapa kebijakan pimpinan partai sebelumnya terkait SK pengurus di semua tingkatan yang cacat hukum dan rekomendasi Pilkada 2020 tanpa prosedural," ucapnya.

Sebelumnya, meski telah mendapat ancaman dari Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, Presidium Penyelamat Partai Berkarya tetap menggelar munaslub. Alhasil, acara dibubarkan langsung oleh Tommy.

Munaslub Berkarya digelar di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7). Sejak pagi sudah terlihat sejumlah kader partai, namun keberadaan panitia Munaslub tidak jelas.

Lalu pada siang hari, Tommy datang ke lokasi acara. Ia didampingi oleh Sekjen Berkarya, Priyo Budi Santoso dan sejumlah petinggi partai.

tonton video 'Tommy Soeharto Hentikan Munaslub Partai Berkarya Karena Dianggap Ilegal':

(rfs/gbr)