Round-Up

Menanti Polisi Ungkap Penyebab Saksi Masuk Tahanan di Percut Sei Tuan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 08:34 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi kekerasan (dok detikcom)
Medan -

Seorang saksi kasus pembunuhan bernama Sarpan diduga dipukul saat berada dalam tahanan Polsek Percut Sei Tuan. Polda Sumatera Utara (Sumut) pun melakukan penyelidikan kenapa Sarpan bisa masuk dalam tahanan.

Kasus dugaan pemukulan ini heboh lewat posting-an viral dari salah satu akun media sosial. Dalam akun itu, Sarpan disebut dipukul hingga wajahnya mengalami lebam-lebam.

Pengunggah juga menyebut Sarpan telah melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya ke Polrestabes Medan dengan menyertakan foto tanda terima laporan bernomor STTP/1643/VII/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan. Kasus ini kemudian diambil alih oleh Polda Sumut.

"Sudah dalam proses penyelidikan Bid Propam Polda Sumatera Utara. Laporannya diambil alih Polda," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2020).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, kemudian menyebut ada sembilan orang personel Polsek Percut Sei Tuan yang diperiksa. Kapolsek Percut Sei Tuan saat itu, Kompol Otniel Siahaan, juga diganti terkait kasus ini.

Tatan menjelaskan Polda Sumut saat ini masih menyelidiki mengapa Sarpan, yang merupakan saksi, bisa berada dalam tahanan. Dia menyebut sanksi disiplin menanti oknum polisi yang terbukti tidak profesional hingga menyebabkan kasus ini bisa terjadi.

tonton video 'Komisi III DPR Minta Polisi yang Pukuli Saksi di Deli Serdang Diusut':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3