Anggota DPRD Kritik Klaim Anies 'Reklamasi Ancol Lindungi Jakarta dari Banjir'

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 06:32 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW telah dilakukan. Museum itu dibangun di kawasan Ancol, Jakarta.
Foto: Kawasan Ancol (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait klaim reklamasi Ancol untuk melindungi warga Jakarta dari ancaman banjir. Gilbert menyinggung konsep penanganan banjir versi Anies yakni naturalisasi bukan normalisasi.

Gilbert mengatakan rencana mereklamasi Ancol dari hasil kerukan sungai dan waduk dalam jangka panjang itu merupakan bukan konsep penanganan banjir versi Anies. Menurutnya, Anies harus memperjelas mana yang benar untuk menangani banjir di Jakarta.

"Persoalan melindungi Jakarta dari banjir itu kan dia sendiri mengatakan itu mesti naturalisasi. Air hujan yang dari atas itu katanya jatuh ke tanah, sekarang sungainya mau dikeruk. Yang mana ya... mesti diperjelas gitu loh. Yang mana yang dikatakan untuk melindungi Jakarta," kata Gilbert kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Dia menyebut secara tidak langsung konsep naturalisasi sungai salah dalam menangani banjir Jakarta. "Konsepnya dia kan normalisasi itu nggak benar, itu kan berarti (pengerukan) normalisasi kan, bukan naturalisasi kan? Jadi dibikin normal lagi tuh sungai dikeruk. Sementara konsepnya dia itu kan naturalisasi, jatuh ke tanah kan airnya. Saya juga bingung, itu normalisasi. Artinya Anies mengatakan yang bener normalisasi bukan naturalisasi," ucap Gilbert.

Gilbert menuturkan alasan Anies memilih konsep naturalisasi sungai karena ketinggian air laut lebih tinggi dibanding kondisi sungai di Jakarta. Oleh karena itu, Anies menilai normalisasi sungai itu salah karena air tak mengalir ke laut. Dia menilai dalam hal konsep penanganan banjir Jakarta ini Anies tidak konsisten.

"Kalau sekarang mengatakan itu mau dialirin ke laut, kenyataannya di ujung sungai, lautnya lebih tinggi makannya sungai mati kan. Seperti yang di Gunung Sahari itu karena disana lautnya lebih tinggi, airnya nyangkut," katanya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait reklamasi Ancol yang menuai kritik. Anies beralasan reklamasi di kawasan Ancol tersebut semata-mata untuk menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman banjir.

Anies mengatakan Jakarta memiliki 13 sungai dengan total panjang sekitar 400 km dan 30 waduk yang secara alami mengalami pendangkalan. Karena itu, Anies menyebut sungai dan waduk itu kemudian harus dikeruk terus menerus dan lumpur hasil kerukan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir. Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu," kata Anies dalam siaran di YouTube Pemprov DKI seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Tonton video 'Anies: Perluasan Kawasan Ancol Pakai Hasil Kerukan Sedimentasi Waduk':

(fas/rfs)