Round-Up

8 Fakta Jejak Pembunuh Editor Metro TV yang Terendus Mampir di Warung

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 21:04 WIB
Jenazah editor MetroTV Yodi Prabowo dimakamkan di TPU Sandratex, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabut(11/7/2020). Suasana haru mengiringi pemakaman editor MetroTV tersebut.
Foto: Jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo dimakamkan di TPU Sandratex, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabut(11/7/2020). (Ari Saputra-detikcom)

Pelaku Diduga Mampir ke Warung

Anjing K9 yang dikerahkan untuk melacak jejak pelaku pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, dua kali berhenti di sebuah warung. Pelaku pembunuhan diduga sempat mampir ke warung tersebut.

Warung tersebut berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan mayat Yodi di Jl Ulujami Raya.

"Diasumsikan begitu karena anjing tidak jalan kemana-mana lagi," kata Tim K-9 Ditpolsatwa Baharkam Korsabhara Mabes Polri Bripka Sugianto di pinggir Jalan Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, Sabtu (11/7/2020).

Sugianto mengatakan, tim K-9 menelusuri jejak pelaku menggunakan barang bukti pisau yang diduga dipakai pelaku untuk membunuh korban. Pihaknya telah melakukan dua kali penelusuran dan anjing pelacak tetap menuju ke lokasi yang sama, yakni dekat sebuah warung.

"Kebetulan ini alat bukti yang digunakan untuk menghabisi korban, jadi kita melacak jejak pelaku yang pegang di alat bukti tersebut," jelas Sugianto.

"Setelah dicoba dua kali hasilnya tetap sama. Karena anjing hanya lihat bukti saja untuk pelacakan," tambahnya.


Pelacakan Anjing K9 Tak Maksimal, Baunya Tipis

Efektifnya anjing K9 bekerja 8 jam setelah kejadian di TKP. Namun penelusuran anjing pelacak kurang maksimal lantaran jenazah Yofi ditemukan sudah lebih dari 24 jam.

"Tetap ada kelemahan menggunakan K-9, yaitu efektifnya menggunakan K-9 itu 8 jam. Sedangkan ini TKP atau kejadian sudah lebih dari 24 jam. Jadi baunya sudah tipis," kata anggota Tim K-9 Ditpolsatwa Baharkam Korsabhara Mabes Polri, Bripka Sugianto, di pinggir Jalan Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, Sabtu (11/7/2020).

Sugianto mengatakan anjing pelacak bekerja efektifnya 8 jam setelah kejadian di TKP. Anjing pelacak masih dapat bekerja maksimal, namun TKP harus dalam kondisi murni.

"Jadi efektifnya menggunakan anjing pelacak kriminal atau pelacak umum itu 8 jam. Kalau sudah lebih 8 jam kalau TKP masih murni masih bisa dilacak dengan anjing," jelas Sugianto.

"Jadi memang baunya sudah tipis, tapi anjing kita upaya dan anjing walaupun kurang maksimal, tapi hasilnya ya seperti rekan-rekan lihat sendiri," tambahnya.

Halaman

(aan/idh)