Polisi Duga Editor Metro TV Alami Penganiayaan Sebelum Tewas Dibunuh

Lukman Arunanta - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 18:38 WIB
Polisi Olah TKP Tewasnya Editor Metro TV, Anjing Pelacak Dikerahkan
Polisi olah TKP di lokasi penemuan jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo. (Lukman Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap dugaan adanya penganiayaan terhadap editor Metro TV, Yodi Prabowo, sebelum tewas dibunuh. Selain luka akibat senjata tajam, hasil autopsi menunjukkan adanya luka lebam pada tengkuk korban.

"Menurut hasil autopsi, kami menilai, diduga ada penganiayaan sebelumnya. Kami melihat di tengkuk sebelah kiri itu ada lebam diduga lebam itu (dari) benda tumpul. Itu yang kami belum dapatkan barang bukti di sekitar TKP nanti kami akan melakukan pencarian kembali," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Irwan Santoso kepada wartawan di Jl Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020).

Irwan mengatakan, hasil autopsi ini akan dicocokkan dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Polisi juga akan menganalisis temuan-temuan pada saat olah TKP.

"Dari hasil autopsi tersebut kita hubungkan dengan barang bukti yang ada. Makanya kami dibantu Mabes Polri, Baharkam, kami sangat terbantu sekali. Kami nantinya akan mengambil kesimpulan sementara seperti apa," ujar Irwan.

Seperti diketahui, polisi telah melakukan olah TKP siang tadi. Dalam proses olah TKP ini polisi mengerahkan anjing pelacak untuk melacak jejak pelaku pembunuhan.

Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7) kemarin. Sebelumnya, Yodi 'menghilang' sejak 3 hari.

Polisi menduga Yodi tewas dibunuh. Polisi menemukan ada bekas luka senjata tajam di tubuh Yodi.

Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu editornya itu. Arief meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Saya meminta atas nama Metro TV kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menuntaskan terungkapnya kasus ini, agar kita semua bisa lebih tenang untuk pada akhirnya bisa mendapatkan keadilan dari apa yang dialami oleh almarhum Yodi," ujar Arief.

Tonton juga 'Polisi Olah TKP Kasus Kematian Editor MetroTV, Anjing Pelacak Diturunkan':

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)