Muncul Klaster Baru, Warga Bengkulu Berpenyakit Penyerta Diimbau Tak ke Pasar

Hery Supandi - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 20:54 WIB
Pasar di Bengkulu
Foto: Suasana Pasar di Bengkulu. (Hery Supandi/detikcom).
Bengkulu -

Sejak jumlah klaster pasar meningkat, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu meminta warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) untuk tidak berbelanja ke pasar. Para pedagang juga diminta tetap jaga jarak dan selalu menggunakan masker saat berjualan untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan selain pihaknya terus melakukan tracking pada klaster pasar, warga yang memiliki penyakit penyerta diimbau agar tidak dulu berbelanja ke pasar. Dengan begitu, mereka akan lebih aman dari penularan Corona.

"Kita berharap klaster pasar ini akan terputus mata rantai penyebarannya, tapi kita harus tetap waspada, untuk itu bagi yang memiliki penyakit penyerta agar menghindari dulu kerumunan di pasar," ujar Herwan, Sabtu (11/7/2020).

Herwan mengatakan pihak pasar diminta melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Pasar Panorama agar virus Corona bisa dicegah. Selain itu Herwan juga meminta pihak pasar memberikan imbauan penanganan COVID-19 secara berkala pada jam-jam pasar sedang ramai untuk mengingatkan para pedagang dan pembeli.

"Lakukan terus imbauan di pasar, agar dibentuk satgas khusus pencegahan COVID-19 di pasar, agar timbul kesadaran bagi para pedagang dan pembeli," jelas Herwan.

Pihaknya juga meminta kepada warga yang datang ke pasar agar terus menggunakan masker dan menghindari kerumunan saat berbelanja. Dengan demikian warga bisa terhindar dari COVID-19. Herwan pun meminta para pedagang untuk menyiapkan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir.

Tonton juga 'Anggota DPRD Bengkulu Rapid Test, Dua Staffnya Reaktif Corona':

[Gambas:Video 20detik]

"Saat ini dari 19 orang klaster pasar yang positif, ada sembilan orang yang saat ini telah dinyatakan sembuh, untuk itu agar tetap menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Seperti diketahui, sebanyak 19 orang dinyatakan positif virus Corona di Pasar Panorama, Bengkulu. Sebanyak 10 orang merupakan pedagang, sementara 9 lainnya merupakan anggota keluarganya. Akibatnya, Pasar Panorama ini ditetapkan sebagai klaster penyebaran virus baru di Bengkulu.

(elz/ear)