Sumedang Nihil Reaktif, Masih Ada 2 Pasien Positif COVID-19

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 19:50 WIB
Para tenaga medis terus berjuang lawan pandemi COVID-19. Beragam tindakan preventif hingga penanganan bagi pasien dilakukan agar pandemi dapat segera teratasi.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengumumkan berdasarkan hasil uji Polymerase Chain Reaction/SWAB, masih terdapat pasien positif sebanyak 2 orang. Untuk hasil Rapid Test sendiri dinyatakan tidak ada yang reaktif terhadap COVID-19 per hari ini.

"Terdapat pasien positif sebanyak 2 orang dan dari total 14 orang pasien yang terkonfirmasi positif melalui SWAB, sebanyak 12 orang telah selesai serta dinyatakan sembuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan reaktif Rapid hari ini tidak ada," demikian disampaikan Pemkab Sumedang dalam rilis resminya, Sabtu (11/7/2020).

Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Sumedang per hari ini tidak ada. Hingga saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang menctatat ada 984 orang ODP yang keseluruhannya sudah selesai menjalani masa pemantauan.

"Secara umum total orang dalam pemantauan (ODP) reaktif dan non reaktif tidak ada atau nol," imbuhnya.

Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tingkat kewaspadaan dan tes masif perlu ditingkatkan. Hal tersebut agar upaya penyebaran virus dapat ditangani dengan lebih baik.

"Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) BUKAN kembali ke masa lalu ketika pandemi belum menyebar. AKB berarti menjalankan aktivitas sehari-hari dengan gaya hidup baru sesuai protokol kesehatan COVID-19," ungkapnya.

Untuk para peserta didik, Pemkab Sumedang masih melarang adanya kegiatan untuk menghadirkan siswa ke sekolah. Hal ini sudah sesuai dengan surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

"Melalui surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Nomor: 800/3812/Disdik/2020 Tanggal 9 Juli 2020, ditegaskan bahwa semua Satuan Pendidikan di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang telah melarang dilakukannya kegiatan yang menghadirkan peserta didik ke sekolah, sampai dengan adanya kebijakan lebih lanjut," jelasnya.

Pemkab Sumedang pun berharap agar pandemi COVID-19 di wilayahnya dapat segera diselesaikan mengingat tinggal dua orang lagi yang masih terindikasi positif. Masyarakat juga diharapkan menjalankan protokol kesehatan sebaik mungkin, sehingga Kabupaten Sumedang bisa segera masuk ke zona hijau.

"Setelah Zona Hijau seluruh kegiatan perekonomian boleh dibuka 100%,termasuk kegiatan di sekolah dengan protokol yang sangat ketat," pungkasnya.

(prf/ega)