Eijkman: Virus COVID-19 Bisa Bertahan di Udara Selama 8 Jam

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 11:59 WIB
Poster
Ilustrasi Virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan virus Corona (COVID-19) bisa disebarkan melalui udara atau airborne transmission di ruangan tertutup. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandio mengatakan virus Corona dapat bertahan di udara hingga 8 jam.

"Oh iya, dia (virus COVDI-19) bisa di udara sampai 8 jam. Jadi cukup lama dan terbangnya. Droplets kan jatuh menurut teorinya 2 meter. Tapi saya nggak pernah ukur," kata Amin dalam diskusi Polemik bertajuk 'COVID-19 dan Ketidaknormalan Baru', Sabtu (11/7/2020).

Amin menjelaskan bagaimana virus Corona dapat berada di udara. Menurut, Amin droplets yang keluar dari manusia akan menguap sehingga ukurannya menjadi partikel yang lebih kecil di udara.

"Intinya gini... bahwa yang keluar dari mulut kita, hidung kita, itu memang droplets. Ini sudah diketahui sejak lama bahwa droplets itu kalau keluar ukurannya memang gede. Kita tahu kan droplets itu komposisinya ada virus, plus sel, plus air. Begitu dia terbang sebagian dari air akan menguap. Semakin lama dia di udara kadar airnya menurun. Jadi partikelnya makin kecil," jelas Amin.

Selanjutnya
Halaman
1 2