Mengapa Jaga Jarak 1,5 Meter Dianggap Mampu Tangani Virus Corona?

ABC Australia - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 09:33 WIB
Jakarta -

Selama tiga bulan, warga Australia dan banyak negara lainnya telah menaati aturan berjarak 1,5 meter yang telah dianggap menjadi salah satu cara untuk menurunkan penularan virus corona.

Tapi aturan menjaga jarak setidaknya 1, 5 meter sekarang mulai dilonggarkan, bahkan ada pula yang mulai meninjau kembali.

Sama halnya dengan Australia, setiap negara di dunia memiliki aturan jarak pemisah yang berbeda-beda. Namun, saat ini, beberapa di antaranya sedang meninjau kembali aturan tersebut.

Bahkan sampai dua minggu yang lalu, belum ada bukti kuat apakah 'physical-distancing' atau 'social distancing' sebenarnya turut menekan penyebaran COVID-19.

Ini berarti, aturan besaran jarak antar individu di Australia yang sudah mulai berlaku sejak Maret lalu ini, hanyalah perkiraan berdasarkan asumsi.

Penerapannya di dunia internasional

  • Anjuran resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah menjaga jarak antar individu setidaknya 1 meter
  • Beberapa negara (Prancis, China dan Singapura) telah mengadopsi anjuran 1 meter sejak awal pandemi
  • Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Inggris meninjau kembali aturan jarak 2 meter untuk menjadi 1 meter sebelum Juli mendatang
  • Denmark telah memotong besaran jarak dari 2 meter menjadi 1 meter awal bulan Juni dan mengimbau masyarakat melakukan isolasi mandiri bila memiliki gejala
  • Kanada telah menggandakan besaran jarak 2 meternya, setelah pakar kesehatan publik menganggapnya sebagai upaya berjaga-jaga

Asal mula aturan besaran jarak 1,5 meter

Pemberlakuan jarak antar individu sudah dipercaya dapat meminimalisir risiko penularan penyakit melalui air liur sejak Perang Dunia I.

Bila seseorang memiliki penyakit seperti COVID-19 atau tuberkulosis, percikan air liur atau 'droplets' akan ikut terinfeksi dan menularkan saat 'mendarat' di bibir, mata, dan hidung orang lain.

Berdasarkan metode hitungan sederhana William Wells, insinyur Harvard, ketika sedang meneliti penyakit tuberkulosis, percikan air berukuran besar dapat terbang sejauh hampir 1 meter, namun tidak lebih dari 2 meter, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Namun, percikan ini dapat terbang sejauh 8 meter bila ada angin atau dikeluarkan melalui aktivitas yang disengaja, misalnya ketika bernyanyi.

Teaser Seberapa cepat penularan virus corona

Seberapa cepat penularan virus corona di dunia?

Charted growth in key countries, on a logarithmic scale.

AP Photo/Alberto Pezzali: Growth in known cases in key countries, on a logarithmic scale

Awal bulan Juni 2020, WHO secara signifikan memperluas sarannya untuk memakai masker wajah, setelah beberapa bukti valid memberikan pencerahan soal masalah ini.

Sebelumnya, WHO merekomendasikan pemakaian masker hanya untuk petugas kesehatan, orang-orang dengan COVID-19 yang dikonfirmasi atau dicurigai dan perawat mereka.

Sekarang, semua orang disarankan untuk memakainya jika kondisi jarak sosial tidak memungkinkan.

Profesor Mary-Louise mengatakan WHO bisa saja segera merubah aturan 1 meter oleh WHO seiring dengan berkembangnya penelitian, tetapi ia mengingatkan hal ini mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat.

"Sangat sulit untuk mengubah bukti pengendalian penularan," katanya.

"Karena pada dasarnya berarti Anda harus mengubah seluruh cara berpikir dan hal-hal lainnya, seperti berapa jauh jarak antar tempat tidur di rumah sakit.

"Kami [WHO] telah dikritik karena lambatnya dalam mengubah aturan pengendalian penularan dan saya tidak menyalahkan orang yang mengkritik karena kami benar-benar perlu bertindak lebih cepat."

Pemerintah Australia telah mengonfirmasi kepada ABC bahwa peninjauan kembali soal menjaga jarak 1,5 meter saat ini tidak dipertimbangkan.

Tonton video 'Penyebaran COVID-19 Makin Cepat, WHO: Dunia di Fase Berbahaya':

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia lewat situs ABC Indonesia

(ita/ita)