Round-Up

Tentang Ballo Miras Sulsel yang Diusulkan Tito Diolah Jadi Hand Sanitizer

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 05:05 WIB
Ilustrasi fokus Maut Miras Oplosan (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi miras (Luthfy Syahban/detikcom)

Sebelum adanya usulan Tito tersebut, Yusnita mengaku pada Maret lalu sempat diminta BNN untuk mengolah barang bukti miras sitaan BNN menjadi hand sanitizer.

"Karena mereka punya banyak miras yang disita dan pada waktu itu alkohol langka, mereka berpikir mencari alkohol, bagaimana mengencerkan dan mengekstraksi. Saya katakan ini bisa asal kondisinya alkohol sangat langka. Tapi kan sekarang tidak lagi (langka)," terang Kepala Satgas COVID-19 Fakultas Farmasi Unhas ini.

Selain kurang efektif dari sudut pandang praktisi Farmasi, mengolah ballo menjadi hand sanitizer juga tak dibenarkan Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel), sebab ballo memiliki unsur haram.

"Kalau ada unsur haramnya kan ini tidak boleh. Tapi biasanya kan tidak begitu," kata Sekretaris MUI Sulsel Muhammad Ghalib saat dimintai konfirmasi, Jumat (10/7).

Lebih lanjut Ghalib menyebut miras jenis ballo pada intinya memabukkan. "Artinya tidak boleh yang haram dan tentu saja. Kan kaidah intinya itu memabukkan," tuturnya.

Ghalib mengatakan usulan Tito agar ballo menjadi hand sanitizer masih perlu pembahasan lebih lanjut oleh MUI Pusat untuk menjadi kajian tersendiri.

"Meskipun harus dilihat lebih rinci. Tapi secara umum itu kan tidak ini (boleh)," tegasnya.

Halaman

(nvl/nvl)