Kemendikbud Siapkan Modul Belajar Jarak Jauh Bagi Siswa

Antara - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 01:12 WIB
Akibat pandemi COVID-19 seluruh sekolah ditutup dan siswa harus belajar di rumah. Berikut kebijakan deretan negara tentang kapan sekolah akan dibuka kembali.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) menyiapkan modul pembelajaran jarak jauh. Modul ini dibuat agar para siswa dapat belajar secara mandiri di rumah.

"Kami menyiapkan modul pembelajaran yang bisa dipakai siswa untuk belajar secara mandiri di rumah, terutama untuk siswa yang daerahnya tidak terjangkau jaringan internet," ujar Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, dilansir dari Antara, Sabtu (11/7/2020).

Modul tersebut disusun lebih ringkas dan padat agar para siswa dapat belajar sendiri tanpa perlu tatap muka dengan guru. Kemendikbud juga tengah menyiapkan video pembelajaran setiap mata pelajaran.

Kemendikbud melakukan penyesuaian standar pembelajaran di setiap wilayah, baik daerah yang berkategori zona hijau maupuan zona merah. Hamid mencontohkan kurikulum kelas 3 SD yang sebelumnya terdapat 26 kompetensi dasar, dipadatkan menjadi 16 kompetensi dasar.

"Hasil evaluasi Kemendikbud hanya 20 persen guru yang melakukan adaptasi kurikulum selama masa pandemi," katanya.

Kemendikbud juga melakukan pelatihan bagi para guru untuk menunjang sistem pembelajaran jarak jauh. Hasilnya, 60 persen guru dinilai sanggup dan tidak memiliki kendala mengajar secara digital.

"Kami berharap pelaksanaan pendidikan jarak jauh pada tahun ajaran baru berjalan lebih baik lagi dari sebelumnya," harap Hamid.

Sebelumnya, pemerintah RI menetapkan jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah, yakni 13 Juli mendatang. Mendikbud Nadiem menjelaskan peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah. Dia mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka.

(isa/isa)