Rumah Duka Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas Dipenuhi Karangan Bunga

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 23:47 WIB
Karangan bunga di rumah duka editor Metro TV, Yodi Prabowo
Karangan bunga di rumah duka editor Metro TV, Yodi Prabowo (Foto: Wilda Nufus/detikcom)
Tangerang Selatan -

Awan duka masih menyelimuti keluarga editor Metro TV Yodi Prabowo yang diduga dibunuh. Terlihat karangan bunga datang satu per-satu bertuliskan ucapan belasungkawa.

Pantauan detikcom di kediaman korban di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Jumat (10/7) pukul 22.30 WIB, karangan bunga datang satu per satu ke halaman depan rumah duka. Terlihat ucapan belasungkawa datang dari direksi Metro TV tempat korban bekerja dan tampak pula karangan bunga dari jajaran kepolisian.

Karangan bunga tersebut bertuliskan ucapan duka mendalam. Para pelayat yang datang nampak melihat dan sesekali berhenti sejenak untuk membaca tulisan tersebut.

Karangan bunga di rumah duka editor Metro TV, Yodi PrabowoKarangan bunga di rumah duka editor Metro TV, Yodi Prabowo Foto: Wilda Nufus/detikcom

Di lokasi, para pelayat masih berdatangan ke rumah duka. Mereka nampak berjejer dan memakai masker.

Sementara itu, di dalam rumah nampak lantunan ayat-ayat suci dari para pelayat. Mereka juga sesekali memegang peti jenazah Yodi.

Kepergian Yodi secara tidak wajar membuat keluarga terpukul. Ibunda Yodi, Turinah, mengungkap kesedihan atas meninggalnya Yodi.

"Saya nggak ikhlas, anak saya baik. Saya nggak ikhlas ya Allah... kaget," ujar Turinah.

Turinah tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya. Ia tidak percaya putra kesayangannya itu tewas secara tragis.

Yodi ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Tol JORR Ulujami. Sebelumnya, korban dinyatakan hilang sejak 3 hari yang lalu.

Yodi diduga tewas dibunuh. Polisi menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo yang datang ke lokasi ditemukannya jasad Yodi menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu editornya itu. Arief meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Saya meminta atas nama Metro TV kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menuntaskan terungkapnya kasus ini, agar kita semua bisa lebih tenang untuk pada akhirnya bisa mendapatkan keadilan dari apa yang dialami oleh almarhum Yodi," ujar Arief.

(isa/isa)