Kasus Corona Bertambah, Doni Monardo: Yang Penting Angka Kematian Rendah

Kadek Melda - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 20:37 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Doni Monardo (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menyebutkan beberapa daerah masih mengalami peningkatan kasus positif Corona. Dia mengatakan pemerintah terus berupaya menekan angka kematian.

"Daerah lain yang relatif mengalami peningkatan itu masih tetap sama, Jatim, Sulsel, Kalsel, dan DKI ya. Daerah ini tentunya kita harapkan, ya semakin banyak kasus ditemukan sebenarnya nggak ada masalah, yang penting itu angka kematiannya itu rendah ya," kata Doni di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020).

Doni menuturkan, situasi pandemi saat ini memungkinkan masyarakat tertular Corona namun tidak memiliki gejala alias OTG (orang tanpa gejala). Yang terpenting baginya, tidak boleh sampai ada yang meninggal. Untuk itu, pemantauan terhadap pasien positif yang dirawat di rumah sakit selalu dilakukan.

"Karena posisi pandemi itu bisa saja semuanya tertular, Anda sekarang ini bisa jadi di antara Anda semua ada yang OTG, tapi tidak merasakan apa-apa, nggak ada gejala seperti di Secapa. Tetapi yang penting tidak boleh ada yang meninggal, angka sakit harus kita monitor kita cek, kalau bed occupancy ratio di rumah sakit mengalami peningkatan, nah kita harus khawatir," tuturnya.

"Tapi kalo bed occupancy ratio masih di bawah 50-60 persen ya tidak perlu berlebihan khawatirnya, tetap waspada dan hati-hati selalu ditekankan seperti kata pak presiden. Nah ini yang harus kita ingatkan," sambung Doni.

Doni kemudian mengingatkan rilis resmi terbaru yang disampaikan WHO (World Health Organization) bahwa virus Corona dapat menular melalui airborne atau udara. Untuk itu, dia menekankan agar masyarakat untuk selalu tetap menggunakan masker.

"Masker ini nggak boleh lepas, Anda semua di tempat kayak gini harus pake masker. WHO sudah memberikan peringatan bahwa ada airbone dan kemudian jaga jarak,"

Dia mengatakan penerapan protokol kesehatan mudah untuk diucapkan namun sulit dijalankan. Dia juga meminta masyarakat tidak menyentuh bagian mata dan hidung sebelum mencuci tangan.

"Gampang ucapkan, sulit dilaksanakan. Pakai masker, jaga jarak, tangan bersih, dan jangan sentuh bagian mata dan hidung," imbuhnya.

(imk/imk)