Gugus Tugas: Daerah yang Penularan Corona Tinggi Perketat Protokol Kesehatan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 19:33 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Letjen Doni Monardo (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan tingkat penularan Corona (COVID-19) di beberapa daerah di Indonesia bervariasi. Untuk itu, Doni meminta daerah-daerah yang tingkat penularan masih tinggi membuat kebijakan dan melakukan pengetatan protokol kesehatan.

"Jadi Indonesia ini kan sangat variasi (tingkat penularan Corona) ada yang tinggi, rendah, sedang. Tingkat rendah dan sedang ya mereka wajar saja normal kegiatan, daerah-daerah yang tingkat penularan tinggi perlu ada kebijakan Pemda untuk melakukan pengetatan, daerah mana yang perlu dilakukan pengetatan. Sehingga proses penularan bisa dihambat diminimalisir semaksimal mungkin," kata Doni seusai rapat di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020).

Doni kemudian menyebut Jawa Barat menyumbang kasus positif tertinggi dari klaster sekolah calon perwira (Secapa) AD di Bandung. Dikatakan Doni, penanganan positif Corona pada klaster Secapa dapat dilokalisasi dan tidak sesulit mengendalikan kasus positif di tengah masyarakat.

"Untuk Jabar itu kan kasusnya paling banyak di Secapa dan itu bisa dilokalisir, artinya cara penanggulangannya tidak sesulit berada di tengah masyarakat. Ini sudah turun tangan dari KSAD dari Mabes TNI bahkan panglima juga sudah memberikan arahan dan kemudian Bapak Gubernur sudah menghubungi saya," ujarnya.

Doni berharap kerja sama dengan semua unsur medis di lapangan dapat membantu proses penyembuhan. Dia kemudian menyebutkan empat daerah lainnya yang sampai saat ini masih mengalami peningkatan kasus positif, salah satunya DKI Jakarta.

"Kerja sama oleh unsur medis di lapangan mudah-mudahan bisa membantu. Daerah lain yang relatif mengalami peningkatan itu masih tetap sama Jatim, Sulsel, Kalsel, dan DKI ya. Daerah ini tentunya kita harapkan ya semakin banyak kasus ditemukan sebenarnya nggak masalah, tapi angka kematiannya itu rendah ya," ucapnya.

Doni juga mengingatkan rilis resmi terbaru yang disampaikan WHO bahwa virus Corona dapat menular melalui airborne. Untuk itu, dia menekankan agar masyarakat selalu tetap menggunakan masker.

"Masker ini nggak boleh lepas, Anda semua di tempat kaya gini harus pake masker. WHO sudah memberikan peringatan bahwa ada airbone dan kemudian jaga jarak. Gampang ucapkan, sulit dilaksanakan. Pakai masker, jaga jarak, tangan bersih, dan jangan sentuh bagian mata dan hidung," imbuhnya.

(aud/aud)