Cerita Yuri Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' Gegara Laporkan Data Corona

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 20:00 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona (COVID-19), dr Achmad Yurianto, mengaku kerap dijuluki 'pembawa berita kematian' semenjak melaporkan data kematian Corona. Kenapa?

Hal itu diungkapkan Yuri di acara launching buku 'Menghadang Corona' di ruang Fraksi PAN, Gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Yuri mengatakan dijuluki pembawa berita kematian karena kerap melaporkan angka tinggi kematian Corona.

"Apa sih yang dibutuhkan masyarakat dalam menangani Corona? Bukan saya pelesetkan, saya omongkan dengan data yang saya miliki sehingga di awal-awal dengan 15 menit saya menerangkan, 10 menit untuk edukasi, dan 5 menit terakhir untuk umumkan data," kata Yuri.

"Yang selalu dipakai semua adalah tontonan 5 menit terakhir, sehingga Achmad Yurianto pembawa berita kematian. Sepuluh menitnya (edukasi Corona) hilang," imbuhnya sambil disambut tawa hadirin.

Yuri mengaku sudah berupaya agar tidak dijuluki 'pembawa berita kematian'. Namun gagal.

"Sampai saya akali yang 5 menit saya pindah-pindahin, saya potong-potong, data positif tak tambahin edukasi. Begitu saya ngomong di YouTube, dirangkai lagi jadi itu (data kematian). Jadi inilah yang kemudian saya berterima kasih mendapat julukan pembawa berita kematian," ungkap Yuri.

Yuri mengaku beruntung setelah dr Reisa Broto Asmoro ditunjuk sebagai tim komunikasi di Gugus Tugas membantu dia. Menurutnya, semenjak dr Reisa tampil pembawaan informasi Corona sudah tidak menakutkan lagi.

"Begitu partner saya ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi, muncul Reisa, saya minta untuk edukasi baru berubah pandangan bahwa COVID tidak menakutkan lagi. Tidak menakutkan lagi COVID, yang baca COVID maksudnya," tutur Yuri sambil disambut tawa.

(zap/dkp)