ADVERTISEMENT

Tetap Divonis Mati, Pembunuh Pesilat PSHT di Madiun Ajukan Kasasi

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 15:15 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi Palu Hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Permohonan banding yang diajukan HC (39) ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Alhasil, HC tetap dihukum mati karena membunuh pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Heru Susilo (45).

Kasus bermula saat Heru ditusuk oleh HC di Jalan Genen, Banjarrejo, Taman, Kota Madiun, pada 1 September 2019. Heru ditusuk dengan pisau belati di bagian perut hingga tembus ke ulu hati.

HC dibekuk saat hendak melarikan diri ke Kabupaten Madiun pada malam harinya. Selidik punya selidik, HC baru 2 pekan keluar penjara karena dihukum di kasus pencurian dengan kekerasan.

Pada 24 Februari 2020, PN Madiun menjatuhkan hukuman mati kepada HC. Majelis menyatakan HC terbukti secara sah dan meyakinkan, melanggar tindak pidana pembunuhan berencana. Atas vonis itu, jaksa dan HC sama-sama mengajukan permohonan banding.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Madiun Nomor 120/Pid.B/2019/ PN.Mad tanggal 24 Februari 2020 yang dimintakan banding," demikian bunyi putusan PT Surabaya sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (10/7/2020).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT