Makna Garuda Lambang Gerindra yang Diedit Orang Iseng Jadi Lobster

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:10 WIB
Logo Gerindra - 2019
Foto: Gerindra (Redaksi)
Jakarta -

Media sosial dihebohkan oleh editan logo Partai Gerindra yang semula bergambar burung garuda berwarna emas diedit menjadi kepiting berwarna emas. Apa sebenarnya makna logo Partai Gerindra?

Seperti dilihat detikcom di situs resmi Partai Gerindra, Jumat (10/7/2020), Partai Gerindra mempunyai alasan sendiri menjadikan burung garuda sebagai ikon partai. Posisi burung garuda di logo Gerindra juga memiliki makna sendiri.

Berikut ini makna lambang Partai Gerindra:

Kotak persegi panjang bergaris hitam, dasar warna putih, yang melambangkan kesucian dan keikhlasan. Di tengah terdapat lima persegi bergaris hitam dengan dasar merah.

Lalu di tengah kotak persegi panjang itu terdapat gambar kepala Burung Garuda dengan warna kuning keemasan. Kepala burung garuda ini melambangkan melambangkan kemakmuran.

Posisi kepala burung garuda yang menghadap ke kanan artinya keberanian dalam bersikap dan bertindak.

Di kepala burung garuda bagian leher terdapat sisik yang berjumlah 17, terdapat jengger dan jambul berjumlah 8, bulu telinga yang berjumlah 4, bingkai gambar kepala Burung Garuda persegi 5, ini juga memiliki makna. Artinya, menyimbolkan tanggal kemerdekaan Indonesia, 17-8-45.

Di atasnya burung garuda itu bertuliskan 'PARTAI berwarna hitam, di bawahnya bertuliskan GERINDRA berwarna merah dengan tepi tulisan berwarna hitam, sedangkan di bawahnya Gerindra terdapat tulisan GERAKAN INDONESIA RAYA berwarna hitam.

Untuk diketahui, media sosial diramaikan oleh logo Partai Gerindra diedit seseorang hingga gambar kepala garuda diganti menjadi lobster. Di bawah gambar lobster itu, terdapat tulisan 'Gerindra, Gerakan Indonesia Raya', persis seperti yang tertulis di logo partai yang asli.

Juru bicara Gerindra, Habiburokhman, juga sudah bicara terkait pengeditan ini. Dia menganggap editan ini hanya sebagai candaan.

"Kami santai aja, anggap itu lucu-lucuan dari orang yang merasa terganggu dengan kebesaran Gerindra saat ini," kata juru bicara Gerindra, Habiburokhman, saat dimintai tanggapan, Jumat (10/7).

"Ibarat pohon, semakin tinggi tentu semakin besar angin yang menerpa," imbuhnya.

Habiburokhman lantas berbicara tentang kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia menegaskan Edhy Prabowo tak pernah terlibat korupsi.

"Yang terpenting Pak Menteri Edhy Prabowo tidak korupsi dan tidak menyalahgunakan wewenang untuk pribadi atau kelompok. Sebaliknya saat ini beliau dianggap pahlawan oleh para nelayan," kata Habiburokhman.

Tonton video 'PDIP Usung Keponakan Prabowo di Pilwalkot Tangsel':

(zap/van)