15 Klaster Corona Terbesar di Indonesia

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 12:50 WIB
Poster
Gambar ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

1. Klaster Secapa TNI AD, Bandung

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dr Achmad Yurianto mengatakan, salah satu klaster dengan kasus terbanyak di Provinsi Jawa Barat adalah klaster Secapa TNI AD di Bandung. Total ada 1.262 orang positif Corona di klaster Secapa AD hingga hari ini.

"Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat, ini didapatkan dari klaster yang sudah kita lakukan epidemiologi sejak tanggal 29 kemarin berturut-turut, yaitu klaster di pusat pendidikan sekolah calon perwira TNI AD yang kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang," ujar Yuri saat konferensi pers, Kamis (9/7) kemarin.

2. Klaster Ijtima Dunia Gowa, Sulsel

Ijtima Dunia Zona Asia di Kabupaaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang batal digelar Maret, itu sudah telanjur dihadiri oleh ribuan orang lebih, berasal dari berbagai daerah. Peserta berasal dari berbagai negara.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyebut total peserta Ijtima Dunia adalah 8.223 orang. Menurut kantor Imigrasi Klas I Makassar, ada 474 Warga Negara Asing (WNA) dari 12 negara ikut datang ke Gowa.

Ijtima Dunia sedianya bakal digelar di Kompleks Darul Ulum, Kecamatan Bontomarannu, Gowa. Pakkatto, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), 19 Maret, namun dibatalkan.

Tidak jelas berapa orang dari klaster ini yang positif COVID-19, namun banyak peserta yang kemudian pulang ke berbagai daerah dilaporkan kena Corona. Satu pasien dalam pemantauan (PDP) di Karanganyar meninggal dunia dan dia pernah ikut Ijtima Dunia. 1 PDP di Klaten meninggal dan dia adalah peserta Ijtima Dunia. Di Palu, satu keluarga peserta Ijtima Dunia positif COVID-19 dan ibunya meninggal dunia.

3. Klaster Perusahaan di Kota Semarang

Ini adalah klaster terbesar di Semarang, Jawa Tengah. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), menyatakan klaster perusahaan ini terdiri dari tiga perusahaan, berisi sekitar 300 orang terpapar Corona.

Pada 8 Juli 2020, klaster ini menambah 33% kasus se-Semarang. Orang Tanpa Gejala (OTG) hampir 99%. Identitas tiga perusahaan ini tidak diungkap Wali Kota Hendi, namun salah satu dari tiga perusahaan ini adalah perusahaan garmen.

"Ada garmen, kemudian BUMN, kemudian migas. Ada yang di pelabuhan," kata Hendi, Rabu (8/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6