Secapa AD Jadi Klaster Corona, Komisi IX Usul Sekolah Asrama Dicek Berkala

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 10:07 WIB
Melki Laka Lena
Melki Laka Lena (Nur Indah/detikcom)
Jakarta -

Sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD menjadi klaster dengan kasus terbanyak Corona di Provinsi Jawa Barat setelah 1.262 orang dinyatakan positif Corona (COVID-19). Komisi IX DPR RI mengusulkan agar setiap sekolah asrama dilakukan pengecekan oleh Gugus Tugas secara berkala.

"Kami usulkan untuk semua sekolah atau komunitas berasrama secara rutin, seminggu, atau dua minggu dilakukan pengecekan oleh pengelola atau pendidik, dibantu oleh Pemda atau gugus tugas. Sehingga pelajaran kasus secapa TNI AD bisa dihindari di waktu mendatang," ujar Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Melki juga meminta pengajar di sekolah asrama melakukan pengawasan ketat pada anak didiknya. Gugus Tugas dan Pemda setempat juga diminta ikut turut serta mengawasi protokol kesehatan setiap asrama.

"Pemberlakuan protokol kesehatan juga harus dilakukan dan diawasi lebih ketat oleh pendidik atau pengelola disupervisi aparat Pemda dan gugus tugas," katanya.

Melki memperkirakan siswa di secapa TNI AD terdampak Corona. Namun, mereka memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung imunitas tiap orang.

"Sebagaimana kasus secapa TNI AD, kalau ada yang kena diperkirakan semuanya terdampak sehingga tergantung imunitas dan kondisi tubuh masing masing dampak COVID-19 bervariasi pada orang per orang. Ada yang terkena tapi tanpa gejala, ada yang gejala ringan, sedang dan bahkan berat," katanya.

Oleh karena itu, Melki mengingatkan pemberlakuan protokol kesehatan ketat di sekolah. Khususnya sekolah yang berasrama yang sangat berpotensi ada penularan Corona.

"Lingkungan yang tertutup dan interaksi yang rutin setiap hari dari semua anggota peserta didik dan pendidik selama 24 jam sehari selama berminggu minggu atau berbulan bulan perlu diantisipasi dengan ekstraketat," katanya.

Dia menilai perlu ada rapid test berkala di asrama. Hal ini untuk memastikan asrama tersebut aman dari Corona.

"Pengecekan secara acak dan berkala melalui rapid test atau PCR/TCM tentunya rutin dilakukan secara periodik seminggu atau dua minggu sekali untuk memastikan apakah komunitas asrama masih aman atau ada yang terjangkit," jelasnya.

Diketahui, total ada 1.262 orang positif Corona di klaster Secapa AD. Ada 17 orang yang dirawat di RS Dustira, Cimahi, sedangkan 1.245 orang dikarantina di lokasi Secapa.

"Seluruh kompleks pendidikan sekolah calon perwira TNI AD Bandung kita lakukan isolasi, kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang baik masuk ke dalam kompleks atau ke luar kompleks," kata Yuri dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (9/7).

(zap/dwia)