Round-Up

Lagi-lagi Jokowi Tegur Menteri, Gegara Menteri WFH Rasa Cuti

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 07:17 WIB
Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melempar teguran ke menterinya dan meminta untuk bekerja lebih keras. Kali ini, Jokowi menyentil soal sistem kerja work from home (WFH) para menteri yang justru seperti cuti.

Jokowi mulanya melayangkan teguran keras menterinya dan berujung ancaman reshuffle dalam sidang paripurna kabinet pada 18 Juni 2020 lalu. Kala itu, Jokowi meminta kerja luar biasa, bukan biasa-biasa saja dari para pembantunya.

"Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi dalam video yang ditayangkan Setpres pada Minggu (28/6/2020).

Isu reshuffle itu sempat direm oleh Mensesneg Pratikno, yang juga orang dekat Jokowi. Hari berganti, dan para menteri pun kena semprot lagi. Jokowi kini menyinggung sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dilakukan selama ini justru tampak seperti cuti.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas bersama menteri dan kepala lembaga negara mengenai 'Percepatan Penyerapan Anggaran di 6 Kementerian/Lembaga' pada Selasa (7/7) lalu. Video itu kemudian diunggah dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/7).

"Saya minta kita memiliki sense yang sama. Sense of crisis yang sama. Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya kerja lebih keras lagi," kata Jokowi, seperti dilihat detikcom, Kamis (9/7/2020).

Jokowi meminta para menterinya bekerja lebih keras. Dia meminta para menterinya tidak bekerja biasa-biasa saja di tengah kondisi krisis akibat pandemi virus Corona.

"Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada saat kondisi seperti ini. Membuat permen yang biasanya dua minggu yang sehari selesai. Buat PP yang biasanya sebulan ya dua hari selesai. itu loh yang saya inginkan," tuturnya.

Jokowi juga meminta adanya sebuah terobosan. Dia meminta para menterinya bekerja menggunakan cara yang tidak biasa.

"Kita harus ganti channel. Dari ordinary, pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara yang cepat dan cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP normal, kita harus ganti channel ke SOP yang shortcut. SOP yang smart-shortcut," kata Jokowi.

"Gimana caranya? Bapak-Ibu dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," sambungnya.

Tonton video 'Jokowi Sindir Para Menteri: Saya Lihat WFH Kemarin Kayak Cuti':

Selanjutnya
Halaman
1 2