Blak-blakan Melan Refra

John Kei di Antara Mossad dan Broery Pesulima

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:36 WIB
Maria Erviliana Refra (Melan) dan Mossad Kennedy Refra, anak sulung dan anak ke-4 John Kei Refra
Melan Refra dan Mossad Kennedy Refra, dua anak Joh Kei (Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Selain Alkitab dan buku-buku kerohanian yang kerap disentuh John Refra alias John Kei adalah buku tentang sejarah dan sepak terjang Mossad. Di antara deretan buku koleksinya terselip beberapa judul tentang Mossad seperti "Menguak Tabir Dinas Intelijen Israel" karya Dennis Eisenberg, Eli Landau dan Uri, "Sisi Lain Tipudaya Mossad: Kiat Menghancurkan Mossad" karya Victor Ostrovsky, dan "Rise and Kill First: The Secret History of Israel's Targeted Assassinations" karya Ronen Bergman.

Tak cuma buku. John Kei mematrikan kekaguman terhadap dinas intelijen Israel itu menjadi nama dua dari lima anaknya. Isser, direktur Mossad (1952-1963) yang legendaris, menjadi nama anak kedua John Kei, Isser Harrel Refra yang biasa disapa Rambo dan anak keempatnya dinamai Mossad Kennedy Refra.

"Kami enggak tahu persis kenapanya, tapi papah itu suka sekali baca buku-buku sejarah intelijen terutama Mossad. Di rumah ada beberapa jilid buku tentang Mossad," kata Maria Erviliana Refra, putri sulung John Kei saat berbincang dengan Tim Blak-blakan Detik.com, Kamis malam (9/7/2020).

Usai bekerja di klinik perawatan kecantikan d kawasan Tebet, dia datang ke kantor redaksi detik.com sendirian. Tanpa pengawalan. Menyusul beberapa menit kemudian anggota tim pengacaranya dari Polda Metro Jaya, Nadya. "Kemana-mana aku biasa jalan sendiri," ujar Maria yang akrab disapa Melan.

Berbincang selama hampir satu jam dia lebih banyak bercerita soal keseharian John Kei sepulang menjalani hukuman di Nusa Kambangan akhir Desember 2019. Melan bersaksi sikap, penampilan, dan pembawaan John Kei berubah 180 derajat. Selain tidak lagi emosional, Joh Kei juga disebutnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk pelayanan di gereja.

"Setiap kali makan bersama, Papah pimpin doa dengan kalimat-kalimat yang bagus. Dari pagi sampai malam dia menjalani pelayanan," ujar Melan.

Karena itu dia dan ibunya mengaku sangat terkejut ketika sejumlah polisi datang ke rumahnya untuk menangkap John Kei. Belakangan diketahui ayahnya itu kembali terlibat tindak kekerasan secara brutal di Green Lake City, Tangerang Kota; dan Cengkareng pada 21 Juni 2020.

Peristiwa keributan dan penganiayaan itu terjadi hampir bersamaan dan videonya viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan, banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.

Keributan itu menewaskan seorang warga, dan beberapa orang lain terluka. Dari rekonstruksi diketahui John Kei memerintahkan anak buahnya untuk melakukan kekerasan terhadap kelompok Nus Kei yang masih kerabatnya karena persoalan tanah.

Pada Februari 2012, John Kei ditangkap polisi karena terlibat pembunuhan pengusaha, Ayung. Mahkamah Agung pada Maret 2013 memperberat hukuman dari 12 menjadi 16 tahun. Pada 2014, John Kei dipindah dari Rumah Tahanan Negara Salemba Jakarta ke Lapas Permisan di Nusakambangan. Ia dibebaskan bersyarat pada 26 Desember 2019.

Meskipun punya rekam jejak seperti itu, sebagai anak, Melan tetap menilai ayahnya itu sebagai pahlawan dan kesatria. Lantas, apa hubungannya dengan penyanyi Broery Pesulima?

Simak selengkapnya Blak-blakan Melan Refra, "John Kei Itu Kesatria" di detik.com, Jumat (10/7/2020).

(jat/jat)