Din soal Putusan MA Menangkan Rachmawati: Ada yang Salah dalam Politik Nasional

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 21:55 WIB
Din Syamsuddin, Said Aqil, Jokowi dan Menag Lukman Hakim Saifuddin
Din Syamsuddin (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Ketua Dewan Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Din Syamsuddin menyoroti putusan MA atas gugatan Rachmawati Soekarnoputri terkait Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 yang tidak akan mempengaruhi hasil Pilpres 2019. Din mengatakan kejadian tersebut merupakan penanda bahwa ada yang salah dalam kehidupan politik bangsa Indonesia.

"Walaupun menurut pakar hukum tadi tidak berlaku surut dan tidak membatalkan keputusan pengangkatan dan pelantikan presiden wakil presiden, yang penting adalah sejarah kebangsaan kita, sejarah politik Indonesia pernah mencatat bahwa ada noktah hukum yang harus dikoreksi, bahwa itu akan berlangsung berlaku untuk masa depan atau tidak," kata Din dalam diskusi virtual bertajuk 'Putusan MA tentang Keputusan KPU Tahun 2019: Apa Implikasi Hukum & Politiknya?' pada Kamis (9/7/2020).

"Namun catatan ini membawa kita pada sebuah refleksi bahwa ada something wrong di tubuh bangsa ini, ada sesuatu yang salah dalam kehidupan politik nasional kita," sambungnya.

Menurut Din, situasi yang terjadi saat ini terjadi akibat masyarakat Indonesia tidak benar-benar berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara konsisten. Menurut Din, Pancasila dan UUD 1945 adalah sebuah tafsir asli dan sah.

"Pada hemat saya, apa yang terjadi sekarang ini adalah karena kita tidak berpegang secara konsisten kepada nilai-nilai dasar yang menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang saya berpendapat konstitusi itu adalah tafsir autentik dari cita-cita nasional yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa, the founding fathers and mothers dari bangsa Indonesia ini," ujar Din.