Jokowi Jelaskan Perintah soal Kesehatan-Ekonomi Harus Sejalan saat Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:15 WIB
Presiden Jokowi di posko penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (9/7/2020).
Foto: Presiden Jokowi (Screenshot YouTube Setpres)
Palangka Raya -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pengendalian ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi virus Corona harus berjalan beriringan. Jokowi menekankan pengendalian ekonomi yang tidak berjalan dengan baik akan berimbas terhadap penurunan imunitas masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam kunjungannya ke posko penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (9/7/2020). Jokowi awalnya menjelaskan mengenai pertumbuhan ekonomi sejumlah negara di Eropa.

"Informasi terakhir yang saya terima dari OECD (Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), prediksi untuk pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya minus 2,5, kemudian diubah lagi, karena ini dinamis sekali, menjadi minus 5. Sekarang sudah ganti lagi minus 6 sampai minus 7,6. Hati-hati," kata Jokowi di Palangka Raya, Kalteng.

"Di Eropa misalnya, Inggris diperkirakan tahun ini akan minus 15,4 persen, Jerman akan berada di angka 11,2 persen minus, Prancis diperkirakan akan minus 17,2 persen, Jepang minus 8,3 persen," imbuhnya.

Jokowi mengingatkan bahwa ekonomi dan kesehatan merupakan dua aspek yang tidak bisa dipisahkan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan, jika kesejahteraan menurun, masyarakat akan mudah terserang penyakit.

"Hati-hati, kita ini mengendalikan dua hal yang berbeda. Sisi kesehatan yang sangat penting, sisi ekonomi juga yang sangat penting. Dua-duanya tidak bisa dilepas satu dengan yang lain. Prioritas kesehatan, tetapi ekonomi juga harus jalan. Karena kalau ekonomi tidak jalan kesejahteraan masyarakat menurun, imunitas juga ikut turun, penyakit gampang masuk," papar Jokowi.

"Oleh sebab itu, betul-betul gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan benar. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja, tapi nanti COVID-nya meningkat, hati-hati. Dua-dua (ekonomi dan kesehatan) harus dikendalikan dengan baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung tambahan 2.657 kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia hari ini. Jokowi mewanti-wanti hal tersebut.

"Sebaran COVID di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Dan juga perlu saya ingatkan, ini saya kira sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini, 2.657," ujar Jokowi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

(zak/dhn)