Putusan MA soal JR Rachmawati Dinilai Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 16:06 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Rachmawati Soekarnoputri menang atas KPU di Mahkamah Agung (MA) terkait Pasal 3 ayat (7) PKPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum. Putusan ini dinilai tidak akan berpengaruh pada hasil Pilpres 2019, kenapa?

"Saya merasa putusan MA itu nggak perlu ditanggapi wah ya. Putusan itu oke-oke saja, tapi dengan pertimbangan yang tadi nggak sendirinya menyentuh hasil pemilu atau pilpres kemarin, jadi aman-aman saja," ujar pengamat politik Ray Rangkuti dalam diskusi online yang bertajuk 'Jokowi Batal Jadi Presiden?', Kamis (9/7/2020).

Ray menilai putusan MA tidak mungkin bisa berpengaruh pada hasil Pilpres 2019. Sebab, kata Ray, kedua paslon pilpres, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sudah menerima hasil pilpres. Bahkan Prabowo dan kader Partai Gerindra sudah bergabung ke koalisi pemerintah.

"Apakah mungkin pelaksanaan masih dilaksanakan atau tidak? Jawaban kita, nggak mungkin bisa, jawabannya karena pilpres sudah menerima yang mengajukan gugatan PKPU ini bukan bersangkutan pasangan capres. Jadi nggak ada riak-riak lagi perdebatan yang diterima, bukan hanya diterima, malah Prabowo dan anggota Gerindra masuk ke kabinet Jokowi. Sudah legowo, malah legowo berlebihan ya, karena sudah gabung ke kabinet Jokowi. Jadi sekalinya aturan ini diberlakukan, bagi saya sulit dilakukan pasangan capres," katanya.

Menurut Ray, putusan MA ini sangat lambat sehingga berisiko tidak bisa dilaksanakan. Kalaupun dilaksanakan, kata Ray, itu tidak relevan.

"Tapi putusan MA sangat terlambat, sehingga risiko yang memungkinkan kita nggak sampai sekarang sudah sulit terlaksanakan. Kalaupun misalnya ini diterima, sudah nggak relevan bisa dilakukan sekarang," jelasnya.

Dia juga menilai kredibilitas Jokowi tidak akan terganggu karena adanya putusan MA ini. Dia mengatakan kredibilitas Jokowi itu ditentukan oleh hasil kerjanya selama ini, khususnya dalam menangani situasi pandemi Corona (COVID-19) saat ini.

"Saya kira legitimasi politik dan sosial nggak berhubungan dengan putusan MA. Legitimasi tergantung pada kerja beliau, khususnya menghadapi COVID-19, dan terus-menerus membuat ekonomi kita lebih stabil. Kalau itu masih bisa dikerjakan Pak Jokowi, saya kira legitimasi politik dan sosial beliau tetap akan terus terpelihara," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2