Gugas COVID-19 Laporkan Kematian 11.477 Orang ke Jokowi untuk Peta Zonasi

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:26 WIB
Angka kematian ODP-PDP-OTG 11.477 orang, dilaporkan Gugas COVID-19 ke Jokowi pada 24 Juni. (YouTube Sekretariat Presiden)
Angka kematian ODP-PDP-OTG 11.477 orang, dilaporkan Gugas COVID-19 kepada Jokowi pada 24 Juni. (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melaporkan angka kematian 11.477 orang ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun angka kematian COVID-19 yang rutin disampaikan pemerintah ke publik tidak setinggi itu. Gugus Tugas menjelaskan angka kematian setinggi itu dilaporkan ke Jokowi sebagai indikator pemetaan zonasi wabah virus Corona.

"Sesuai dengan bahan paparan, karena BLC (Bersatu Lawan COVID-19) berfungsi sebagai sistem informasi terintegrasi yang dimiliki oleh Gugus Tugas," kata anggota Tim Pakar Gugus Tugas yang memaparkan bahan presentasi itu ke Jokowi, Dewi Nur Aisyah, kepada detikcom, Kamis (9/7/2020).

Dewi memaparkan data BLC ke Jokowi pada 24 Juni. Data BLC berasal dari data laboratorium-laboratorium di Indonesia, data surveilans, dan data dari rumah-rumah sakit.

Dalam tayangan slide show-nya, ada angka kematian 11.477 orang. Itu adalah angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19. Kini Dewi menjelaskan, angka itu disampaikan ke Jokowi sebagai indikator pembuatan zonasi COVID-19.

"Kami tetap mencatat jumlah meninggal dari ODP dan PDP sebagai bagian dari indikator kesehatan masyarakat untuk pemetaan zonasi risiko daerah, meskipun tentu bobotnya jauh lebih kecil dari kematian pada pasien positif COVID-19," kata Dewi.

Sebagaimana diketahui, zonasi COVID-19 di Indonesia dibagi menjadi zona merah, oranye, kuning, dan hijau.

Tonton juga 'Angka Kematian COVID-19 di RI Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2