Round-up

Dini Hari Mencekam di Diskotek yang Ngotot Buka Diam-diam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 07:46 WIB
Situasi pendataan usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Antara/Ricky Prayoga)
Foto: Situasi pendataan usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Antara/Ricky Prayoga)
Jakarta -

Dinas Pariwisata DKI Jakarta dan Satpol PP DKI Jakarta menggerebek diskotek, tempat karaoke, dan griya pijat Top One pada Jumat pekan lalu. Mereka dianggap telah melakukan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa transisi fase pertama.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menceritakan proses penggerebekan di Diskotek Top One yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (3/7/2020). Padahal, kata dia, petugas dari Dinas Pariwisata sudah berada di lokasi sejak pukul 01.00 WIB.

"Informasi saya dengar dari pariwisata infonya dari jam 1 pagi, dia nggak boleh masuk atau dia nggak diizinkan masuk. (Masuk jam 9), jadi karena ada AC nyala. Jadi karena (Dinas) Pariwisata 'hayu kita paksa masuk', ya kita masuk," ujar Tamo saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Tamo menjelaskan, ketika petugas masuk, beberapa pengunjung sempat ada yang menangis dan pura-pura tidak mengetahui aturan. Namun dia menilai tangisan itu hanya pura-pura.

"Kalau nangis sih ada, mukanya dibikin sedih ada, tapi kalau melawan nggak ada. Nutupin (muka), pura-pura nutupin mata, kepala juga," ucapnya.

Tonton juga 'Dugem Saat Pandemi Corona, 71 Pengunjung Diskotek Diangkut Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

"Kalau mungkin ya berlagak (tidak tahu) bisa saja ya, berlagak ini, 'kami kan ini, kami kan ini'," kata Tamo sambil mencontohkan alasan pengunjung saat digerebek.

Tamo mengatakan para pengunjung dan karyawan tidak melakukan perlawanan ketika digerebek. Mereka kooperatif kepada petugas.

"Nggak ada perlawanan, mereka nurut, ngikut," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2