KPK dan Kemenag Luncurkan Buku 'Gratifikasi dalam Perspektif Agama'

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 18:08 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi berharap dengan adanya buku ini masyarakat dapat memahami substansi gratifikasi dengan benar. Ia juga meminta peran serta para tokoh agama dalam diseminasi pengetahuan tentang gratifikasi.

"Mari kita jadikan momentum yang baik ini untuk memperkuat program kerja Kementerian Agama yang lebih berintegritas, menjunjung nilai-nilai ajaran agama, moral dan etika khususnya Program Pemberantasan Korupsi," ujar Zainut.

Ia meminta ASN di Kemenag dapat memberikan contoh dan menolak segala bentuk gratifikasi. Ia kemudian menyampaikan 3 hal yang harus dipatuhi dan wajid dilaksanakan ASN Kemenag.

"Pertama, tidak melakukan pelayanan berlebihan dan/atau memberikan suatu pemberian dalam bentuk uang, barang, atau fasilitas yang dapat berpotensi menimbulkan benturan kepentingan. Kedua, senantiasa menolak pemberian gratifikasi yang dilarang serta tidak menggunakan fasilitas dinas di luar aktifitas kedinasan. Dan yang ketiga, berusaha menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat dengan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tugas dan kewajiban," kata Zainut.

Zainut menekankan komitmen pengendalian soal gratifikasi adalah hal yang sangat penting untuk dilaksanakan. Untuk itu, Ia menyebut Kementerian Agama menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengendalian Gratifikasi pada Kementerian Agama.

Diatur dalam PMA tersebut bahwa pegawai wajib menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas. Sedangkan, kategori gratifikasi dibedakan menjadi gratifikasi yang wajib dilaporkan dan yang tidak wajib dilaporkan.

Dalam acara itu, turut dihadir sejumlah pejabat Kemenag, sejulah Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kakanwil Kemenag tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta para pembimbing masyarakat (Pembimas) dan penyuluh agama. Ke depan, KPK bersama Kemenag akan melengkapi seri buku gratifikasi dalam perspektif agama lainnya, yaitu Konghucu.

Halaman

(ibh/mae)