Cerita Satpol PP Gerebek Diskotek Top One: Ada Yang Nangis, Muka Dibuat Sedih

Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 15:29 WIB
Situasi pendataan usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Antara/Ricky Prayoga)
Situasi pendataan setelah penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Ricky Prayoga/Antara)
Jakarta -

Diskotek, tempat karaoke, dan griya pijat Top One digerebek oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta dan Satpol PP DKI Jakarta pada Jumat pekan lalu. Mereka dianggap telah melakukan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa transisi fase pertama.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menceritakan proses penggerebekan di Diskotek Top One yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (3/7/2020). Padahal, kata dia, petugas dari Dinas Pariwisata sudah berada di lokasi sejak pukul 01.00 WIB.

"Informasi saya dengar dari pariwisata infonya dari jam 1 pagi, dia nggak boleh masuk atau dia nggak diizinkan masuk. (Masuk jam 9), jadi karena ada AC nyala. Jadi karena (Dinas) Pariwisata 'hayu kita paksa masuk', ya kita masuk," ujar Tamo saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Tamo menjelaskan, ketika petugas masuk, beberapa pengunjung sempat ada yang menangis. Namun Toma menilai tangisan itu hanya pura-pura.

"Kalau nangis sih ada, mukanya dibikin sedih ada, tapi kalau melawan nggak ada. Nutupin (muka), pura-pura nutupin mata, kepala juga," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2