Keempat pelaku adalah SP (40), AL (24), ZA (24), dan FK (20). Mereka merupakan napi yang keluar karena asimilasi Corona.
"Mereka adalah eks napi yang bebas karena asimilasi COVID-19. Dalam catatan kepolisian bahwa masing masing pelaku memiliki laporan polisi (LP) sebanyak 5 kali," ujar Kapolres Morowali Utara, AKBP Bagus Setiyawan, kepada wartawan, Rabu (8/7/2020).
Bagus mengatakan tindakan keempat pelaku masuk kategori pencurian dengan pemberatan (curat) karena mereka mencuri di SMU Negeri 1 Petasia, SMK Negeri 1 Mori Atas, SMU Negeri 1 Mori Atas, Gereja Bahtera Kasih Kolonodale, dan SMP Negeri 1 Petasia. Barang bukti yang disita juga nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
"Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 15 unit laptop, perangkat komputer, keyboard musik, sound system, dan proyektor. Nilainya capai ratusan juta rupiah," ucapnya.
Sementara itu, modus pelaku adalah mencari sekolah dan rumah ibadah yang sepi akibat pandemi COVID-19 dan melakukan aksinya. Keempat pelaku juga memiliki peran masing-masing dalam pencurian ini.
"Masing-masing punya peran sebagai eksekutor, pengangkut barang, penyedia sarana-prasarana, dan bertugas menjual barang curian. Kepada penyidik keempat pelaku mengakui bahwa aksi pencurian dilakukan oleh 5 orang. Dan kini pelaku yang belum ditemukan adalah AS, yang jugs eks napi asimilasi," tegas Bagus.
Keempat pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. (zap/zap)











































