Pengakuan Pengunjung Diskotek Top One Jakarta: Dikunci 7 Jam di Ruang Gelap!

Antara News - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 10:25 WIB
Situasi pendataan usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Antara/Ricky Prayoga)
Situasi pendataan usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7) pagi, yang terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 pandemi COVID-19. (Ricky Prayoga/Antara)
Jakarta -

Diskotek, tempat karaoke, dan griya pijat Top One digerebek pada Jumat pekan lalu. Penggerebekan berkaitan dengan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi fase pertama itu menyisakan pengakuan pengunjung yang cukup mencekam.

Dilansir kantor berita Antara, Rabu (8/7/2020), salah seorang pengunjung yang mengaku bernama Wanda menyebutkan, sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat (3/7) dini hari, dirinya diminta pengelola diskotek bersembunyi dengan alasan ada razia dari BNN. Wanda mengaku diminta bersembunyi hingga pukul 10.00 WIB pagi.

"Jadi dibilangnya ada razia BNN, kami semua dikumpulin di tangga darurat, lampu dan AC semua dimatiin, gelap gulitalah," ucap Wanda saat dihubungi.

Padahal, penggerebekan dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta serta Satpol PP Jakarta Barat. Wanda beserta ratusan pengunjung lainnya mengeluh karena panas dan pengap di 'tempat persembunyian' itu.

Namun pengelola, menurut Wanda, tetap meminta mereka bertahan. Selain itu, Wanda menyebut ponselnya dan ponsel pengunjung lain diminta dikumpulkan oleh pihak keamanan Top One.

"Sebelum ponsel disita itu saya masih sempat minta taksi online jemput, soalnya dibilang jam enam bisa keluar. Tapi sampai pagi kami masih dikunciin juga," tuturnya.

Pada pukul 10.00 WIB, kata Wanda, para pengunjung dipindahkan ke lantai paling atas. Namun, menurut Wanda, saat itu mereka belum bisa pulang.

"Kami dipindah ke rooftop, di situ lega, tapi masih belum boleh keluar karena katanya masih ada BNN," ujarnya.

Tonton juga 'Dugem Saat Pandemi Corona, 71 Pengunjung Diskotek Diangkut Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2