Round-Up

Pelindung Anak Diduga Perkosa ABG, Ancaman Hukuman Kebiri Mengemuka

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 20:35 WIB
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang membahas lima program prioritasnya bersama Komisi VIII DPR. Salah satu dibahas dalam raker itu adalah kelanjutan RUU P-KS.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (Foto: Lamhot Aritonang)


Komisi III DPR: Pecat Pelaku dan Hukum Berat

Komisi III DPR mengutuk keras dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pejabat komisi perlindungan anak di Lampung Timur. Komisi VIII meminta pelaku dipecat secara tidak hormat apabila terbukti melakukan pemerkosaan.

"Jadi kalau ada orang diberi tugas di komisi perlindungan anak justru melakukan hal yang sangat kejam, tidak senonoh terhadap anak menurut saya dipecat langsung, dihukum seberat-beratnya. Tidak perlu lagi ada tawar menawar yang seperti ini, harus diberi sanksi yang berat, diberhentikan. Kemudian ya tadi di pidana," ujar Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Yandri berharap proses hukum terhadap pelaku segera tuntas. Dia juga meminta pelaku diberhentikan dari jabatannya dan tidak menjabat lagi sebagai pelindung anak.

"Jadi disamping aparat hukum, saya kira komisi perlindungan anak lampung itu sudah harus melakukan SK pemecatan dan itu untuk berlaku untuk selama-lamanya, selama dia masih hidup, sampai dia mati itu nggak boleh lagi dia ngurusin anak," kata dia.



"Saya sebagai ketua Komisi VIII mengutuk keras itu dan pelakunya harus dipecat langsung dari struktur komisi perlindungan anak ditambah polisi tidak perlu ragu melakukan tindakan hukum dengan menghukum seberat-beratnya termasuk nanti di pengadilan," imbuhnya.

Yandri berharap hukuman yang tegas harus diberikan supaya ada efek jera kepada pelaku. Yandri menegaskan komisi perlindungan anak harusnya memberikan perlindungan.

"Hakim yang memutus itu harus memutus dengan tindakan dan efek jera lah, supaya nanti tidak lagi terjadi yang orang lagi konseling justru diperlakukan hal yang sama karena dia korban, itu yang nggak boleh. Justru komisi perlindungan anak benar-benar melindungi anak-anak atau pihak yang menjadi korban kekerasan seksual. Ini penting karena pelakunya adalah orang yang harusnya melindungi. Kan sangat sadis itu," kata dia.

KPAI: Tidak Ada Toleransi, Usut Tuntas

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan kasus dugaan pemerkosaan ang dilakukan oleh pejabat komisi perlindungan anak terhadap ABG di Lampung Timur. KPAI meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.

"Proses hukum seberat-beratnya sesuai undang-undang perlindungan anak. Harus diusut tuntas," ujar Ketua KPAI, Susanto saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Susanto berharap kasus yang melibatkan pejabat pelindung anak ini didalami secara utuh. Sehingga bisa terungkap siapa saja pelaku dan korban dalam peristiwa ini.

"Kami berharap kasus ini didalami secara utuh siapa saja yg terlibat dan siapa korbannya. Tentu tak ada toleransi jika pelaku benar melakukan hal tersebut," kata dia.

Halaman

(aan/idn)