Bandar Sabung Ayam Sempat Kejar-Serang Kasat Sabhara Pakai Pecahan Botol

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 17:44 WIB
Polisi tunjukan pecahan botol yang digunakan tersangka untuk menyerang polisi.
Polisi menunjukan pecahan botol yang digunakan tersangka untuk menyerang polisi. (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Toraja Utara -

Amda Mandala Salurante alias Pung Belo, resmi ditetapkan sebagai tersangka akibat aksinya melawan polisi yang membubarkan arena judi sabung ayam di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tersangka disebut sempat mengejar Kasat Sabhara Polres Toraja Utara dan hendak menyerang menggunakan pecahan botol sebagai senjata tajam.

"Iya, polisi (yang dilawan) di video viral itu Kasat Sabhara," ujar Dirkrimum Polda Sulawesi Selatan Kombes Didik Agung Wirahardjo kepada wartawan dalam konferensi pers di Polda Sulsel, Makassar, pada Selasa (7/7/2020).

Didik menjelaskan, pada Sabtu (4/7), sekitar pukul 16.30 Wita, Kasat Sabhara Polres Toraja Utara AKP Daryatmo saat itu datang bersama sejumlah anggotanya dan dibantu Intel Polres Toraja Utara melakukan imbauan kepada peserta judi sabung ayam agar membubarkan diri. Namun tersangka tidak menerima upaya pembubaran yang dilakukan oleh polisi.

Tersangka lantas menghina hingga melawan aparat, dalam hal ini Kasat Sabhara. Pada puncaknya, tersangka sempat mengejar Kasat Sabhara dengan senjata tajam dari pecahan botol tersebut.

"Jadi (botol) ini menjadi menjadi sebuah senjata. Pada saat mau dipakai, ini dipecahkan, kan jadi senjata tajam akhirnya. Jadi inilah yang dipakai untuk mengejar petugas," ujar Didik.

"Seharusnya Kasat Sabhara mau membubarkan itu, diancam pakai ini untuk tidak membubarkan," sambung Didik.

Atas aksinya, tersangka terancam 1 tahun 6 bulan penjara setelah dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 207 KUHP, Pasal 335 KUHP, dan Pasal 212 KUHP.

Ketiga pasal tersebut dikenakan kepada tersangka atas sejumlah aksinya, yakni menghina aparat atau institusi dan melawan hukum, memaksa aparat tidak melakukan pembubaran. Selain itu, tersangka disebut melakukan upaya melawan petugas.

"Jadi penanganan yang semula di Polres Toraja Utara akan kita ambil alih Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan yang menangani kasus ini," pungkas Didik.

(fas/fas)