Kejagung Masih Kejar Djoko Tjandra yang Sempat ke Indonesia

Wilda Hayatun - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 13:38 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berstatus buron dan sempat ke Indonesia untuk mengajukan peninjauan kembali (PK). Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mencari keberadaan Djoko.

"Itu kami masih mencari," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Sasana Pradana Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (7/7/2020).



Hari belum mau membeberkan terkait penyelidikan saat ini. Ia menyebut tim penyidik sedang berusaha mencari keberadaan Djoko Tjandra saat ini.

"Tim kami sedang bekerja barangkali kami tidak bisa sampaikan ya," tuturnya.



Diketahui, Djoko Tjandra, yang telah bertahun-tahun menjadi buron, muncul di Tanah Air. Dia datang ke PN Jaksel untuk mengajukan PK pada 8 Juni.

Djoko Tjandra terseret kasus cessie Bank Bali yang meledak pada 1998 senilai lebih dari Rp 500 miliar. Djoko dihukum 2 tahun penjara dalam putusan PK yang diajukan jaksa. Djoko diduga meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009.

Djoko Tjandra ternyata sempat membuat KTP sebelum mengajukan PK di PN Jaksel. Nama dalam KTP itu tertulis Joko Soegiarto Tjandra.

(dkp/dkp)