Pejabat Pelindung Anak Diduga Perkosa ABG, Komisi VIII: Pecat dan Hukum Berat!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 06:48 WIB
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Foto: Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Komisi VIII DPR RI mengutuk keras dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pejabat komisi perlindungan anak di Lampung Timur. Komisi VIII meminta pelaku dipecat secara tidak hormat apabila terbukti melakukan pemerkosaan.

"Jadi kalau ada orang diberi tugas di komisi perlindungan anak justru melakukan hal yang sangat kejam, tidak senonoh terhadap anak menurut saya dipecat langsung, dihukum seberat-beratnya. Tidak perlu lagi ada tawar menawar yang seperti ini, harus diberi sanksi yang berat, diberhentikan. Kemudian ya tadi di pidana," ujar Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Yandri berharap proses hukum terhadap pelaku segera tuntas. Dia juga meminta pelaku diberhentikan dari jabatannya dan tidak menjabat lagi sebagai pelindung anak.

"Jadi disamping aparat hukum, saya kira komisi perlindungan anak lampung itu sudah harus melakukan SK pemecatan dan itu untuk berlaku untuk selama-lamanya, selama dia masih hidup, sampai dia mati itu nggak boleh lagi dia ngurusin anak," kata dia.

"Saya sebagai ketua Komisi VIII mengutuk keras itu dan pelakunya harus dipecat langsung dari struktur komisi perlindungan anak ditambah polisi tidak perlu ragu melakukan tindakan hukum dengan menghukum seberat-beratnya termasuk nanti di pengadilan," imbuhnya.

Tonton video 'Ayah Perkosa Dua Anak Kandung di Trenggalek':

Yandri berharap hukuman yang tegas harus diberikan supaya ada efek jera kepada pelaku. Yandri menegaskan komisi perlindungan anak harusnya memberikan perlindungan.

"Hakim yang memutus itu harus memutus dengan tindakan dan efek jera lah, supaya nanti tidak lagi terjadi yang orang lagi konseling justru diperlakukan hal yang sama karena dia korban, itu yang nggak boleh. Justru komisi perlindungan anak benar-benar melindungi anak-anak atau pihak yang menjadi korban kekerasan seksual. Ini penting karena pelakunya adalah orang yang harusnya melindungi. Kan sangat sadis itu," kata dia.

Diketahui, Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinisial DA dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa remaja putri berinisial N (14). Polisi akan memanggil DA terkait kasus itu.

"Secepatnya. Ini kan sekarang digelar, sesegera mungkin (pemanggilan-pemanggilan). Kita gerak cepat," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dimintai konfirmasi, Senin (6/7/2020).

Pandra mengatakan remaja putri 14 tahun itu seorang pelajar. Dia berada di P2TP2A Lampung Timur karena sebelumnya dicabuli oleh pamannya pada Januari 2020. Namun saat melakukan konseling itu dia mengalami pelecehan seksual dari DA.

"Awal Januari dia mengalami pencabulan oleh pamannya, sehingga dilaporkan oleh orang tuanya ke Polres Lampung Timur. Dilakukan proses sidik UU tentang Perlindungan Anak, diputuslah pada bulan Mei tahun 2020 kepada paman korban dihukum 13 tahun," ucapnya.

(lir/idn)