Round-Up

Duduk Perkara Sastrawan Felix Nesi Jadi Tersangka Perusakan Rumah Pastoran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 05:11 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Ilustrasi garis polisi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Sastrawan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Felix K Nesi, ditetapkan jadi tersangka kasus perusakan jendela rumah pastoran.

Kasus bermula dari protes Felix terhadap kepindahan seorang pastor ke Pastoran SMK Bitauni. Felix mengaku rumahnya cukup dekat dengan pastoran yang berlokasi di Timor Tengah Utara, NTT, itu.

Felix tidak ditahan karena ancaman hukuman penjara pada pasal yang disangkakan kepadanya di bawah lima tahun. Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2018 dengan karya Orang-Orang Oetimu itu hanya dikenakan wajib lapor.

Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas menjelaskan kasus bermula saat Felix menyampaikan aspirasi soal masalah gereja. Peristiwa ini terjadi pada pekan lalu.

"Dia ada keributan awalnya, ada salah satu pastor yang ada masalah gereja lah, beliau ini mau supaya itu ditangani, kalau pastor itu kan semuanya harus taat kepada uskup, terus beliau ini maunya supaya dikeluarkan, diinikan," kata AKBP Nelson saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Setelah itu, Nelson menyebut Felix membuat kerusuhan hingga menyebabkan sejumlah kaca pecah akibat kejadian itu. Polisi yang menindaklanjuti laporan tersebut hingga menetapkan Felix sebagai tersangka. Felix disangkakan Pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

"Beliau nggak terima, membuat kerusuhan di situ, membuat gereja ada kaca-kacanya pecah gitu, dilaporkan dari pihak gereja ke polsek," ujarnya.

Felix Angkat Suara

Felix Nesi angkat suara soal kasus yang menjeratnya. Dia bercerita awalnya menyampaikan protes terkait pemindahan seorang pastor ke Pastoran SMK Bitauni.

Felix membuat sebuah tulisan yang diunggah ke akun Facebook-nya pada Sabtu (3/7). Felix menyampaikan protes kepada Romo Kepala Sekolah.

Dia mengatakan Pastoran SMK Bitauni hanya terletak sekitar 700 meter dari rumahnya. Dua adiknya, laki dan perempuan, tamat dari sana. Dia mengaku saat masih seminari-frater kerap tidur dan bangun makan setiap liburan.

"Kini, sekolah itu mempunyai lebih dari 100 siswi. Tapi sekitar bulan Januari/Februari, Romo A pindah ke sana. Romo A adalah seorang pastor yang, saat itu, dipindahkan dari paroki Tukuneno karena bermasalah dengan perempuan. Ia berbuat salah kepada perempuan, dan tak perlu kita bahas detailnya," ujarnya.

Felix mengatakan SMK Bitauni penuh dengan perempuan. Dia diminta menunggu karena kepindahan Romo A disebut hanya sementara.

Selanjutnya
Halaman
1 2