Djoko Tjandra Daftar PK di PN Jaksel, Arteria: Sangat Tak Masuk Akal!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 19:59 WIB
Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengatakan masuknya buron Djoko Tjandra ke Indonesia untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) di PN Jakarta Selatan dinilai tidak masuk akal. Karena itulah, dia menyebut negara harus hadir dan tidak boleh kalah dengan pengusaha.

"Pastinya karena negara tidak boleh kalah oleh kekuasaan, tidak boleh kalah dengan pengusaha. Sangat tidak masuk akal sehat Djoko Tjandra bisa datang ke pengadilan untuk melakukan upaya hukum peninjauan kembali," kata Arteria kepada wartawan di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2020).

Hal tersebut dikatakan Arteria usai menyambangi Bareskrim Polri bersama 16 anggota Dewan lainnya. Arteria mengatakan pihak Imigrasi sampai dengan Kejaksaan Agung hadir untuk memproses hukum Djoko Tjandra yang melarikan diri.

"Djoko Tjandra itu sudah namanya DPO atau buronan. Artinya demi hukum, ini kan semuanya hadir imigrasinya hadir, Intel, Kejaksaan juga hadir teman-teman di kehakiman juga hadir. Kan nggak pantas banget orangnya lari, tapi mengajukan PK," ucapnya.

Arteria menyebut kasus Djoko Tjandra mendapat atensi serius dari DPR. Bahkan saat ini, ia meminta pihak aparat kepolisian juga turut andil dalam membantu menangkap buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut.

"Kita serius banget soal Djoko Tjandra. Kita Djoko Tjandra atensi khusus," katanya.

Diketahui, Djoko Tjandra yang telah bertahun-tahun buron itu diketahui muncul di Tanah Air. Dia datang ke PN Jaksel untuk mengajukan PK pada 8 Juni.

Djoko Tjandra terseret kasus cessie Bank Bali yang meledak tahun 1998 senilai lebih dari Rp 500 miliar. Djoko dihukum 2 tahun penjara dalam putusan PK yang diajukan jaksa. Djoko diduga meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009.

(gbr/gbr)