Gubernur Riau Berikan Akta Lahir untuk Bayi Gajah Bernama Damar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 17:58 WIB
Gubernur Riau Berikan Akta Lahir untuk Gajah Damar
Gubernur Riau berikan akta lahir untuk gajah Damar. (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru -

Gubernur Riau, Syamsuar memberikan akta lahir buat anak gajah yang diberi nama Damar. Anak gajah tersebut lahir dari induknya bernama Ngatini di kawasan taman wisata alam (TWA).

"Hari ini Gubernur Riau memberikan akta kelahiran gajah dengan diberi nama Damar," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono kepada detikcom, Senin (6/7/2020).

Gubernur Riau Berikan Akta Lahir untuk Gajah DamarAkta lahir untuk Gajah Damar. (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)

Haryono menjelaskan, tujuan pemberian akta lahir dan nama anak gajah tersebut untuk edukasi konservasi oleh tokoh dalam hal ini Gubernur Riau, Syamsuar. Dengan pemberian nama itu, sambung Haryono, bisa dianggap sebagai keterwakilan atau representasi political will Pemerintah Provinsi Riau tentang perhatian terhadap konservasi khususnya gajah Sumatera.

"Gajah saat memang kondisinya sangat memprihatinkan. Nama itu sebagai wujud nyata perhatian dari gubernur terhadap kegiatan konservasi gajah," kata Suharyono.

Sebagaimana diketahui, gajah Damar terlahir dari induknya bernama Ngatini dan gajah jantan Robin di TWA Buluh Cina di Kabupaten Kampar pada 3 Juli 2020.

Anak gajah tersebut berjenis kelamin jantan dengan berat sekitar 50 kg terlihat sehat dan mulai menyusu pada induknya. Sang induk Ngatini yang saat ini berumur 22 tahun juga terlihat sehat dan bersemangat menyantap makanan.

"Semoga kelahiran bayi gajah ini menjadi pertanda bagi keseriusan semua pemangku kepentingan dalam melestarikan gajah Sumatera di bumi Melayu," kata Haryono.

Sementara itu, Syamsuar berpesan agar semua pihak menyayangi gajah Sumatera. Dia turut bangga ada gajah binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang baru melahirkan.

"Tadi saya berikan akta lahir dan sekaligus nama anak gajanya Damar. Baru kali ini saya buat akta buat gajah. Padahal biasanya soal akta lahir ini urusan Disdukcapil," kata Syamsuar.

"Jadi ceritanya itu, saat gajah induknya lagi hamil saya diajak BBKSDA Riau ke lokasi, sempat ngasih makannya. Eh sehari dari sana saya ditelepon kepala balai (Suharyono-red), kalau gajah itu sudah melahirkan. Terkejut juga saya," imbuhnya.

Di tengah ancaman kepunuhan gajah sumatera, Syamsuar menyebutkan sangat bersyukur gajah binaan bisa melahirkan generasinya. Karena dia berharap, Riau salah satu kantong gajah terbesar di Sumatera diharapkan masyarakat dalam menyayangi satwa bongsor itu.

"Marilah kita sama-sama menyayangi gajah sumatera. Jangan ada lagi perburuan liar, jangan ada masyarakat pasang jeratan liar sebab itu mengancam kematian satwa liar di Riau," harap Syamsuar.

Syamsuar mengajak semua pihak untuk punya komitmen yang sama dalam upaya penyelamatan satwa yang dilindungi di antaranya gajah dan harimau dan satwa liar lainnya. Syamsuar menjelaskan, sehari sebelumnya dia meninjau jalan tol. Dalam perjalannya dari pintu tol Pekanbaru, akan terlihat gajah liar yang kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).

"Salah satu dalam upaya melindungi gajah ini, jalan tol kita menghubungkan Pekanbaru-Dumai ada dibuat khusus perlintasan gajah. Ini agar wilayah jelazahnya tidak terputus," kata Syamsuar.

"Jadi saat kita melintas di jalan tol, akan terlihat gajah di Tahura itu. Ini pemandangan yang sangat unik dan indah sekali di jalan tol kita bisa melihat gajah liar," ujarnya.

Menurut Syamsuar, pemberian nama Damar untuk anak gajah tersebut, diambil dari nama pohon Damar salah satu jenis katu berkualitas dan endemik di Riau.

"Nama Damar saya ambil dari nama kayu hutan. Untuk melindungi gajah dan satwa liar juga harus melindungi hutan sebagai habitat mereka," tutup Syamsuar.

(cha/idn)