Tokoh Agama Serukan Perdamaian

Tokoh Agama Serukan Perdamaian

- detikNews
Kamis, 29 Des 2005 03:14 WIB
Jakarta - Beberapa tokoh lintas agama menyerukan agar ajaran perdamaian terus-menerus disampaikan kepada masyarakat agar tercipta kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Seruan tersebut antara lain disampaikan oleh Mantan Ketua PBNU Abdurrahman Wahid, Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan pengajar STF Driyakara Franz Magnis Suseno, dalam jumpa pers usai diskusi bertajuk perdamaian dan terorisme di hotel Nikko, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (28/12/2005). Gus Dur, sapaan akrab Abdurrahman Wahid mengatakan pentingnya reedukasi untk menebarkan perdamaian, agar masyarakat benar-benar mengerti dan tahu tentang arti perdamaian. "Islam mengenal dua macam pengetahuan. Pertama to know, dan kedua to understand. Orang yang tau belum tentu mengerti. Begitu juga sebaliknya. Jadi harus dibedakan," kata Gus Dur. Sementara Syafii Maarif menyatakan bahwa perbedaan merupakan sebuah keniscayaan dan ada dimana-mana. Ia menekankan pentingnya doktrin perbedaan dalam persaudaraan dan persaudaraan dalam perbedaan. "Saya bisa berteman dan bertetangga dengan seorang atheis, dan kita tidak boleh saling meniadakan. Kuncinya adalah ketulusan unutk menerima perbedaan dan tidak boleh menganggap kita yang paling benar dengan memberi hak orang lain untuk berpendapat seperti kita," ujar Syafii. Syafii menambahkan bahwa dirinya tidak bisa menerima ajaran yang melecehkan egalitarianisme, karena egalitarianisme merupakan bagian dari ajaran Tauhid. Dalam pandangan yang sama, Romo Magniz Suseno menekankan pentingnya komunikasi antar agama dan suku, dengan paradigma yang sama untuk sama-sama memikirkan agar bangsa ini lepas dari keterpurukan. "Sekarang yang ada justru kecenderungan pengkotak-kotakan kelompok-kelompok yang ada, sehingga komunikasi menjadi lebih buruk," jelas Romo. (ddn/)


Berita Terkait