Tersangka Pencemaran Nama Baik Minta Maaf ke Andrew Darwis

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 22:02 WIB
Jack Boyd Lapian di Bareskrim Polri
Jack Boyd Lapian (Foto: Lisye Sri Rahayu)
Jakarta -

Tersangka kasus pencemaran nama baik bos KasKus Andrew Darwis, Jack Boyd Lapian meminta maaf. Jack menyatakan dia tidak memiliki niat untuk mencemarkan nama baik Andrew Darwis.

"Jack Boyd Lapian selaku mantan tim kuasa Pelapor Titi Sumawijaya Empel (TSE) yang melaporkan Andrew Darwis di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dugaan tindak pidana Pemalsuan, Penipuan dan TPPU Jack mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mencemarkan nama baik Andrew Darwis dan dirinya memohon maaf kepada Andrew Darwis dan semua pihak terkait, sebab sama sekali tidak ada niat dari saya pribadi mencemarkan nama baik Andrew Darwis," kata Jack Boyd, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2020).

Jack mengatakan kegiatan yang dia lakukan seperti mengundang media melalui Whatsapp merupakan perintah dari tersangka Titi Sumawijaya Empel (TSE), saat dia masih menjadi kuasa hukumnya. Menurut Jack, narasi dan konsep yang disebarkan ke media massa juga ide dari tersangka Titi selaku pemberi kuasa.

"Jadi ini murni saya yang diperintahkan mengumpulkan rekan-rekan media sesuai kemauan mantan klien Tersangka TSE atas dugaan Pencemaran Nama Baik yang ditangani Bareskrim Polri," kata Jack Boyd.

Selain itu, Jack mengaku sudah melaporkan mantan kliennya, Titi ke Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya atas dugaan Penipuan Pasal 378 KUHP pada tanggal 1 Juni 2020. Perkaranya kini sedang ditangani Subdit Cyber Crime.

Sementara itu, mengenai sertifikat Ruko di Jl. Panglima Polim Raya Jakarta Selatan yang awalnya atas nama TSE dibalik nama ke Susanto (alm) dan kini sertifikat Ruko tersebut menjadi atas nama Andrew Darwis. Jack mengakui Andrew Darwis adalah pembeli dengan beritikad baik, hal ini dikuatkan oleh Pengadilan dan sesuai fakta.

Jack mengaku heran karena NJOP Ruko hanya senilai Rp 14 Miliar, tapi TSE meminta "damai" ke Andrew Darwis senilai Rp. 55 Miliar. Sedangkan jika dilihat di jual beli Ruko di sekitar Ruko ex milik TSE di e-commerce harganya jauh dibawah harga Rp. 55 Miliar yang diinginkan TSE.

"Saya menduga TSE memanfaatkan kasus ini untuk memeras Andrew Darwis dengan ganti untung," ungkapnya.

Sekali lagi, Jack Boyd Lapian menyampaikan permintaan maafnya kepada Andrew Darwis dan semua pihak karena tak berniat melakukan pencemaran nama baik. Ia mengaku menyerahkan proses hukumnya ke Polri terkait status tersangkanya.

"Dalam keterangan tertulis ini Jack Lapian memohon maaf kepada Andrew Darwis dan semua pihak terkait, karena sama sekali lagi tidak ada niat untuk saya melakukan pencemaran nama baik walau status saya saat ini sudah dinaikan menjadi Tersangka sejak 16 Juni 2020 oleh Subdit IV Bareskrim Polri," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2